BATANG — Sebanyak 169 koperasi di Batang tercatat tidak aktif atau berkinerja naik-turun. Ketua Dekopinda Batang Muhammad Busro mengungkapkan, dari 304 koperasi yang terdaftar, hanya 135 yang berjalan optimal. Sisanya terhambat masalah permodalan, dinamika anggota, hingga rendahnya kualitas sumber daya manusia.
135 Koperasi Aktif dari 304 Terdaftar
“Keberhasilan koperasi dinilai dari kompetensi pengurus, kemampuan membangun jaringan, inovasi, serta loyalitas terhadap organisasi,” kata Busro dalam sambutannya. Dekopinda pun berkomitmen memperketat pemantauan dan pembinaan untuk mengetahui akar masalah, termasuk apakah anggota sudah percaya penuh atau masih ragu.
Busro menambahkan, koperasi adalah bisnis yang landasannya kepercayaan publik. Pengurus harus amanah, jangan sampai keuntungan pribadi lebih diutamakan dibanding kepentingan anggota.
Wabup Suyono: Tanggung Jawab Berintegritas Jadi Kunci
Wakil Bupati Batang Suyono mengingatkan bahwa di usia ke-79, koperasi perlu melakukan refleksi mendalam. Prinsip utama yang harus dipegang teguh adalah tanggung jawab yang berintegritas.
“Yang paling utama adalah tanggung jawab yang berintegritas,” tegasnya. Menurut Suyono, kesejahteraan anggota tercermin dari kemudahan layanan, terutama simpan pinjam yang tidak berbelit-belit dan tidak memberatkan syarat. “Tidak bertele-tele, syaratnya tidak merepotkan, karena berasaskan kepercayaan,” imbuhnya.
Sinergi Pemkab dan Dekopinda untuk Pembinaan
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Batang Wahyu Budi Santoso menyatakan pihaknya terus bersinergi dengan Dekopinda dalam mendampingi dan mengawasi kinerja koperasi. “Kami bersinergi dengan Dekopinda yang tugasnya mengawasi dan memotivasi koperasi agar kinerjanya semakin baik,” ujarnya.
Peringatan Hari Koperasi ke-79 berlangsung sederhana dengan tasyakuran bersama tokoh, penggerak, dan pengurus koperasi. Acara ini menjadi momentum untuk membenahi tata kelola agar koperasi di Batang mampu menjadi pilar ekonomi anggota secara berkelanjutan.