KENDAL — Anjloknya harga telur di tingkat peternak membuat Pemkab Kendal bergerak cepat. Bupati Dyah Kartika Permanasari memutuskan untuk menggelar pasar murah secara rutin setiap pekan. Titiknya dipusatkan di Alun-alun Kendal.
Pasar murah ini dirancang berbeda dari operasi pasar pada umumnya. Tidak hanya menjual sembako murah, pemerintah daerah juga bertindak sebagai pembeli telur dari peternak lokal. Tujuannya menstabilkan harga yang jatuh di tingkat kandang.
Dengan skema ini, peternak mendapatkan kepastian penjualan. Sementara warga bisa membeli telur dan kebutuhan pokok lain dengan harga di bawah pasaran. Kebijakan ini menjawab dua masalah sekaligus: peternak merugi dan daya beli masyarakat yang melemah.
Bupati Dyah menegaskan pasar murah ini akan konsisten digelar setiap hari Jumat. Lokasinya tidak berpindah-pindah, yakni di Alun-alun Kendal. Hal ini untuk memudahkan warga yang sudah hafal jadwal dan tempatnya.
Keputusan ini diambil setelah harga telur ayam ras di Kendal merosot tajam dalam beberapa pekan terakhir. Peternak skala kecil mengeluhkan biaya pakan yang tidak sebanding dengan harga jual. Pemkab menilai perlu intervensi langsung agar usaha peternak tidak kolaps.
Para peternak yang tergabung dalam kelompok ternak setempat menyambut baik keputusan ini. Mereka bisa menjual telur langsung ke pemerintah tanpa melalui tengkulak. Margin yang didapat pun lebih wajar dibanding menjual ke pasar tradisional.
Di sisi lain, warga sekitar Alun-alun Kendal diuntungkan. Mereka bisa membeli telur dengan harga lebih murah setiap pekan. Tidak hanya telur, pasar murah ini juga menyediakan bahan pokok lain seperti minyak goreng, beras, dan gula pasir.
Pemkab Kendal berencana mengevaluasi kebijakan ini setiap bulan. Jika harga telur sudah kembali normal, frekuensi pasar murah bisa dikurangi. Namun selama harga masih tertekan, pasar murah Jumat akan terus berjalan.