Audisi Umum PB Djarum 2026: Sektor Putri Dinilai Punya Banyak Bakat Potensial di Pekanbaru

Penulis: Irfan Hakim  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 01:50:31 WIB
Hendrawan memantau langsung audisi umum PB Djarum sektor putri di Pekanbaru.

JAWA TENGAH — Ajang pencarian bakat tahunan ini berlangsung pada 8-12 Juli 2026. Hendrawan mengawasi langsung para peserta putri yang berlomba meraih Super Tiket. Menurutnya, ada beberapa aspek krusial yang menjadi fokus penilaian tim pencari bakat.

Empat Poin Penilaian Utama: Footwork Hingga Tenaga

"Peserta putri yang kami lihat sejauh ini bagus. Dengan adanya sistem turnamen seperti ini, kami bisa melihat adanya persaingan di lapangan," kata Hendrawan dalam keterangan persnya.

Peraih medali emas Kejuaraan Dunia 2001 itu merinci empat poin utama yang dinilai. "Minimal, atlet harus punya salah satu keunggulan, misalnya footwork yang bagus, skill atau teknik yang baik, kelincahan, dan tenaga," sambungnya.

Tantangan Besar: Mencari Bakat Istimewa di Sektor Putri

Hendrawan mengakui menemukan bakat istimewa di sektor putri lebih sulit dibandingkan putra. Materi pemain putri berkualitas di Indonesia tidak sebanyak sektor putra. Karena itu, atlet yang memiliki paket lengkap menjadi incaran utama.

"Untuk menemukan bakat istimewa dari sektor putri memang tidak mudah. Kita tahu bahwa di Indonesia, pemain putri yang benar-benar menonjol jumlahnya tidak banyak," tegas Hendrawan.

Bellvania Safistika: Mimpi Jadi Atlet Nasional dari Pekanbaru

Salah satu peserta yang mencoba peruntungan adalah Bellvania Safistika Sheila Mahaeswari. Pebulutangkis dari klub Jelang Fajar Badminton Class ini datang dengan mimpi besar membela Indonesia di pentas internasional.

"Bibel ikut Audisi Umum PB Djarum di Pekanbaru karena ingin jadi atlet nasional. Dari kecil memang sudah suka bulu tangkis, apalagi sering lihat atlet-atlet Indonesia maupun luar negeri dari Youtube," ujar Bibel, sapaan akrabnya.

Di pertandingan perdananya, Bibel mengaku sempat gugup. "Waktu pertandingan tadi, senang sekali bisa menang. Tapi, pas pertama kali main sempat gugup, jadi larinya kurang cepat dan nggak bisa ambil bola," ungkapnya.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: sport.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top