Omzet Koperasi Merah Putih Banjarsari Surakarta Tembus Rp300 Juta dalam Enam Bulan, Anggota Membludak

Penulis: Hendra Wijaya  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 17:28:31 WIB
Koperasi Merah Putih Banjarsari raih omzet Rp300 juta dalam enam bulan pertama 2026.

SURAKARTA — Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Banjarsari mencatatkan pertumbuhan signifikan sejak beroperasi pada September 2025. Omzet koperasi ini melonjak dari sisa hasil usaha (SHU) Rp2 juta di akhir 2025 menjadi lebih dari Rp300 juta pada periode Januari hingga Juni 2026.

Pencapaian itu dipamerkan dalam Gelar Produk Koperasi dan UMKM pada rangkaian Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Stadion Manahan, Surakarta, Sabtu lalu. Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menyebut koperasi semacam ini menjadi motor penguatan ekonomi kerakyatan di daerah.

Dari Garasi ke Pusat Distribusi Sembako dan UMKM

Ketua KKMP Banjarsari, Budi Agung Setyowicoyo, menceritakan perjalanan koperasinya. Berawal dari garasi, koperasi ini kini tidak hanya menjual kebutuhan pokok, tetapi juga berperan sebagai off taker bagi produk-produk UMKM sekaligus hub distribusi sembako bagi masyarakat.

"Koperasi kami berdiri dan bergerak untuk melayani masyarakat dalam penyediaan gerai sembako. Kemudian kita juga bekerja sama dengan UMKM di Kota Surakarta," kata Budi.

Dua Peran Strategis: Off Taker dan Hub Distribusi

Sebagai off taker, koperasi menyerap dan memasarkan produk UMKM sehingga pelaku usaha memiliki kepastian pasar. Sementara sebagai hub, koperasi menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok dengan menggandeng Bulog, ID Food, dan distributor lainnya. Tujuannya agar pasokan lebih terjamin, rantai distribusi lebih pendek, dan harga lebih kompetitif bagi warga.

"Kita berperan sebagai off taker dari Koperasi Merah Putih terhadap UMKM dan kita juga akan memerankan diri sebagai hub untuk produk-produk kebutuhan sembako bagi warga kita," ujar Budi.

Produk yang Dipamerkan: Batik hingga Beras SPHP

Dalam pameran tersebut, KKMP Banjarsari membawa berbagai produk UMKM khas Solo Raya, seperti batik, blangkon, tenun ikat, batik ciprat, ecoprint, dan aneka kerajinan tangan. Koperasi juga menjual beras SPHP, beras premium, serta berbagai merek minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

Mayoritas anggota koperasi saat ini adalah pelaku UMKM, mulai dari pedagang nasi goreng, penjual rice bowl, hingga pemilik toko kelontong. Budi optimistis SHU koperasi akan meningkat tajam pada akhir tahun nanti seiring bertambahnya anggota dan volume usaha.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: puskapik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top