Respons Keluhan Petani, Bupati Kendal Turun Langsung Pimpin Gerdal Hama Tikus di Tabet

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 17:34:01 WIB
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari memimpin pengendalian hama tikus di Desa Tabet, Kecamatan Limbangan.

KENDAL — Keluhan petani soal serangan hama tikus di Desa Tabet, Kecamatan Limbangan, langsung ditindaklanjuti Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari. Ia memimpin langsung gerakan pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di lahan pertanian setempat pada Sabtu (11/7).

Bupati: Populasi Tikus Meledak, Petani Mengeluh

Bupati yang akrab disapa Tika itu mengaku mendapat laporan langsung dari petani saat kegiatan Bersatu Siaga (Bersih Desa Tampung Aspirasi Warga) di desa tersebut. “Dalam diskusi dengan para petani, mereka mengeluhkan serangan hama tikus yang populasinya sangat banyak dan berkembang biak dengan sangat cepat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pengendalian dilakukan dengan metode pengasapan atau emposan yang dinilai efektif untuk membasmi tikus di dalam sarang. “Semoga cara ini bisa membantu para petani mengendalikan hama tikus yang selama ini menyerang tanaman mereka sehingga hasil panen dapat lebih optimal,” harap Tika.

Metode Emposan Belerang, Lubang Ditutup Rapat

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, menjelaskan bahwa sebelum menentukan metode, petugas terlebih dahulu melakukan pemantauan kondisi di lapangan untuk menilai tingkat serangan. “Gerdal ini memang rutin kami lakukan di beberapa wilayah yang serangan hama tikusnya sudah signifikan dan berpotensi menurunkan hasil panen,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, petugas menggunakan alat emposan dengan mengalirkan asap belerang ke lubang-lubang aktif yang menjadi sarang tikus. Setelah proses pengasapan, setiap lubang ditutup rapat untuk mencegah hama keluar.

Kerugian Bisa Capai 80 Persen Jika Tak Dikendalikan

Pandu menambahkan, keberadaan hama tikus dapat menimbulkan kerugian besar bagi petani apabila tidak segera dikendalikan. Dalam kondisi serangan berat, kehilangan hasil panen bahkan dapat mencapai sekitar 80 persen. “Karena dampaknya sangat besar terhadap produksi pertanian, pengendalian harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan agar populasi tikus dapat ditekan,” pungkasnya.

Gerdal massal ini dilakukan di wilayah yang mengalami serangan hama dengan intensitas tinggi. Pemkab Kendal berkomitmen untuk terus memantau kondisi pertanian dan merespons cepat setiap keluhan petani di lapangan.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: lingkarjateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top