PEMALANG — Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) memastikan tidak ada penghentian proyek perbaikan jalan meskipun harga bahan bakar minyak (BBM) dan aspal impor mengalami kenaikan signifikan. Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Pemalang, Yuniar, menyebutkan bahwa kenaikan harga BBM akibat konflik AS dan Iran telah mendorong penyesuaian harga aspal hingga 15 persen.
"Kenaikan harga aspal ini otomatis harus ada penyesuaian. Meski ada arahan pusat untuk pakai aspal lokal, tapi beberapa bahan masih impor," ujar Yuniar saat ditemui di kantornya, Jumat (17/7/2026).
Sepanjang Januari hingga April 2026, DPUPR mengerahkan delapan Unit Pengelola Jalan dan Irigasi (UPJI) yang tersebar di 15 kecamatan untuk melakukan pemeliharaan rutin. Kegiatan ini difokuskan pada penutupan jalan berlubang selama musim penghujan dan persiapan arus mudik Lebaran 2026.
"Pemeliharaan rutin tiga bulan pertama itu kita lakukan untuk menutup lubang, lalu dilanjutkan persiapan menghadapi Lebaran," jelas Yuniar.
Pada periode yang sama, tujuh paket rekonstruksi jalan tahap pertama yang dilelang melalui skema swakelola sudah rampung 100 persen. Surat Perintah Kerja (SPK) untuk paket tersebut diterbitkan pada Februari 2026 dan seluruhnya selesai pada Juli 2026.
Memasuki tahap kedua pasca-Lebaran, DPUPR mengerjakan tiga paket pemeliharaan jalan berkala yang dikerjakan oleh pihak ketiga. Pekerjaan yang berlangsung dari Mei hingga Agustus 2026 ini sudah mencapai progres 30 persen.
"Target kami, sebelum Agustus 2026 proses pengerjaan jalan sudah mulai semua. Syukur-syukur untuk pengadaan langsung pekerjaan aspal, Agustus ini sudah selesai," imbuh Yuniar.
DPUPR baru memulai lelang tahap kedua untuk rekonstruksi beton pada Juli 2026. Keterlambatan ini, menurut Yuniar, bukan semata-mata karena kenaikan harga BBM, melainkan juga faktor cuaca.
"Januari sampai April 2026 itu musim penghujan. Cuaca belum kondusif. Selain itu kami juga fokus pada persiapan arus mudik dan arus balik Lebaran," pungkasnya.
Dengan delapan UPJI yang tersebar di seluruh kecamatan, DPUPR Pemalang memastikan pemeliharaan jalan akan terus berjalan secara bertahap hingga akhir tahun anggaran 2026.