JAWA TENGAH — Conversation Focus adalah fitur pada Meta AI glasses yang memanfaatkan speaker internal kacamata untuk memperkuat suara lawan bicara pengguna. Fungsinya seperti alat bantu dengar digital — membantu pengguna mendengar percakapan lebih jelas di lingkungan ramai. Menurut laporan The Verge, fitur ini berjalan sepenuhnya di perangkat (on-device) tanpa perlu koneksi internet.
Bulan lalu, Meta diam-diam menerapkan rate limits pada fitur ini. Pengguna hanya bisa menikmati Conversation Focus gratis selama tiga jam per bulan. Setelah itu, mereka harus berlangganan paket Meta One Premium seharga $20 per bulan (sekitar Rp330.000) yang memberikan kuota 15 jam pemakaian.
Kebijakan ini menuai kritik, terutama karena fitur tersebut dianggap sebagai alat aksesibilitas yang esensial. Setelah dilaporkan oleh The Verge, Meta pun bereaksi. Juru bicara Meta, Tyler Yee, mengatakan, “Kami mendengar masukan dari pengguna, jadi untuk sementara kami menghentikan uji coba berlangganan.” Conversation Focus kini kembali gratis melalui Early Access Program bagi penguji awal.
Keputusan menunda rate limits ini kemungkinan besar didorong oleh tekanan publik dan inkonsistensi teknis. Pasalnya, fitur yang berjalan on-device tanpa memerlukan server cloud — seperti Conversation Focus — seharusnya tidak membebani biaya operasional besar. Belum ada penjelasan resmi mengapa Meta awalnya memungut biaya untuk fitur ini.
Yee menambahkan bahwa pihaknya “masih menjajaki semua opsi untuk pendekatan terbaik.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa skema berbayar belum sepenuhnya dibatalkan. “Beberapa fitur premium akan berbasis langganan seiring waktu,” ujarnya, seraya menyebut bahwa model ini membantu Meta mempertahankan subsidi harga perangkat keras kacamata pintarnya.
Bagi pemilik Meta smart glasses di Indonesia, kabar ini tentu melegakan. Conversation Focus masih bisa digunakan tanpa batas untuk saat ini. Namun, ketidakjelasan masa depan fitur ini patut diwaspadai. Jika Meta akhirnya menerapkan langganan, pengguna harus siap merogoh kocek tambahan sekitar Rp330.000 per bulan untuk pemakaian di atas tiga jam.
Belum ada informasi apakah program Early Access akan diperluas ke pasar Indonesia atau hanya terbatas pada penguji awal di negara tertentu.
Meta berjanji akan terus menyempurnakan Conversation Focus. “Kami ingin memastikan pendekatan yang kami ambil sudah tepat,” kata Yee. Sampai ada pengumuman resmi, pengguna disarankan memanfaatkan fitur ini selagi gratis. Tidak ada jadwal pasti kapan uji coba berlangganan akan kembali diberlakukan.
Sementara itu, para kompetitor seperti Google dan Apple juga diam-diam mengembangkan fitur aksesibilitas serupa untuk wearable mereka. Persaingan di segmen kacamata pintar diprediksi semakin ketat, dan keputusan soal harga fitur akan menjadi salah satu faktor penentu adopsi konsumen.