JAWA TENGAH — Menjelang GIIAS 2026, perhatian pembaca VIVA Otomotif terpusat pada tiga isu: perkembangan motor listrik Yamaha, persaingan harga SUV, dan aturan teknis spion motor. Berikut rangkuman selengkapnya.
Masih banyak pengendara motor yang menggunakan hanya satu spion atau bahkan melepas keduanya. Padahal, peraturan mewajibkan kendaraan bermotor dilengkapi dua spion yang berfungsi sebagai pandangan ke belakang.
Kelengkapan ini termasuk dalam persyaratan teknis dan laik jalan. Dengan dua spion, pengendara bisa memantau lalu lintas di belakang secara lebih optimal, mengurangi risiko kecelakaan saat bermanuver, misalnya saat berpindah jalur atau berbelok.
Pameran GIIAS 2026 yang akan digelar dalam waktu dekat memicu persaingan pasar SUV di Indonesia. Produsen berlomba menghadirkan model baru, mulai dari SUV kompak hingga premium, dengan fitur yang lebih lengkap.
Konsumen kini memiliki lebih banyak opsi di berbagai rentang harga. Daftar harga terbaru menjadi acuan penting bagi calon pembeli yang ingin memanfaatkan promo selama pameran. Persaingan ketat juga mendorong penyegaran produk dan penambahan fitur tanpa menaikkan harga secara signifikan.
Yamaha dikabarkan tengah mengembangkan motor listrik anyar dengan teknologi yang masih jarang diterapkan di industri roda dua tanah air. Langkah ini merupakan bagian dari strategi elektrifikasi pabrikan Jepang itu untuk menawarkan kendaraan yang efisien sekaligus praktis digunakan sehari-hari.
Selama ini Yamaha terus mempelajari karakter pasar motor listrik Indonesia. Teknologi baru tersebut diharapkan menjadi pembeda saat produk resmi dipasarkan. Meski detail spesifikasi masih dirahasiakan, inovasi ini menandai keseriusan Yamaha dalam segmen kendaraan listrik di Indonesia.