JAWA TENGAH — Pameran GIIAS 2026 menjadi panggung peluncuran perdana LEPAS E4 EV di Indonesia. Banderol Rp339 juta yang diumumkan langsung di booth LEPAS Hall 9 membuat SUV listrik ini langsung menyita perhatian pengunjung yang mencari kendaraan listrik dengan rasio fitur-harga agresif. Namun, harga spesial ini hanya berlaku selama pameran berlangsung, jadi keputusan cepat menjadi faktor penentu.
Kami sempat melakukan hands-on singkat di booth LEPAS dan menggali spesifikasi teknis yang dipaparkan pihak pabrikan. Perlu dicatat, ini adalah kesan awal—pengujian jarak tempuh dan performa sesungguhnya masih membutuhkan waktu lebih lama di jalan raya Indonesia.
LEPAS E4 EV dibangun di atas platform LEX yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik, bukan sekadar konversi dari platform mesin bakar. Klaim pabrikan soal kabin lebih lega, senyap, dan efisien energi masuk akal secara arsitektur—baterai yang diletakkan di lantai dasar memang memberi ruang kaki lebih luas tanpa mengorbankan ground clearance.
Dari sisi keselamatan, platform ini disebut telah memenuhi standar Global NCAP. Tentu saja, ini masih klaim pabrikan—kita perlu menunggu hasil uji tabrak independen untuk memvalidasi, tapi setidaknya ada jaminan keselamatan yang lebih serius dibanding sekadar mengandalkan fitur ADAS.
Motor listrik 12-in-1 menghasilkan tenaga 160 kW (sekitar 214 HP) dengan efisiensi konversi energi hingga 90,8 persen. Akselerasi 0-100 km/jam dalam 7,2 detik menempatkan E4 EV di kelas menengah SUV listrik—bukan yang tercepat, tapi cukup untuk kebutuhan harian dan overtaking di tol.
Baterai 67 kWh menjadi kunci utama daya tarik mobil ini. LEPAS mengklaim jarak tempuh lebih dari 600 km berdasarkan standar CLTC, bahkan pengujian internal mencatat 637 km. Standar CLTC memang dikenal lebih optimistis dibanding WLTP atau NEDC, jadi ekspektasi realistis di kondisi Indonesia—dengan macet, AC menyala, dan suhu panas—kemungkinan berada di kisaran 450-500 km. Angka itu tetap impresif untuk kelas harga Rp339 juta.
DC Fast Charging 130 kW mampu mengisi baterai dari 30 persen ke 80 persen dalam 20 menit. Ini angka yang kompetitif—setara dengan mobil listrik premium yang harganya jauh di atas. Untuk pengguna yang sering perjalanan antar kota, waktu charging singkat ini mengurangi kecemasan akan keterbatasan infrastruktur.
Fitur Vehicle-to-Load (V2L) 3,3 kW menjadi nilai tambah bagi pengguna aktif. Anda bisa menyuplai listrik ke peralatan elektronik saat berkemah atau acara outdoor. Kemampuan melintasi genangan air hingga 525 mm juga memberi ketenangan di musim hujan—meski kami sarankan tidak menguji batas maksimalnya di lapangan.
LEPAS membekali E4 EV dengan 18 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) dan kamera 540° HD Panoramic View. Kombinasi ini membantu mengurangi blind spot dan memudahkan parkir di area sempit. Untuk harga Rp339 juta, kelengkapan ADAS ini setara atau bahkan melampaui kompetitor langsung di segmen yang sama.
Namun, ada beberapa catatan yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memutuskan membeli:
LEPAS E4 EV menawarkan paket yang sangat menggoda di atas kertas: baterai besar, charging cepat, fitur lengkap, dan harga Rp339 juta yang menekan kompetitor. Namun, reputasi brand baru dan klaim jarak tempuh yang belum teruji di kondisi jalan Indonesia menjadi faktor risiko yang tidak bisa diabaikan.
Mobil ini cocok untuk Anda yang mencari SUV listrik dengan fitur paling lengkap di kelas harganya dan tidak keberatan menjadi early adopter. Kurang cocok untuk konsumen yang mengutamakan keandalan jaringan purna jual terbukti atau yang membutuhkan mobil untuk penggunaan intensif harian—sebaiknya tunggu hasil uji jangka panjang dari reviewer independen.
Kami sarankan melakukan test drive di booth LEPAS Hall 9 sebelum GIIAS 2026 berakhir dan menanyakan secara detail tentang ketersediaan bengkel resmi di kota Anda. Keputusan membeli mobil listrik baru tidak cukup hanya berdasarkan spesifikasi—infrastruktur pendukung dan layanan purna jual sama pentingnya.