KEBUMEN — Sebanyak 54 anak di Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, mengikuti latihan seni Abid sebagai persiapan pementasan pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Hari Jadi ke-102 Desa Grenggeng. Dari jumlah tersebut, 41 peserta merupakan anggota baru yang belum pernah mencoba atraksi tradisional ini sebelumnya.
Seni Abid merupakan kesenian atraksi api tradisional yang menggunakan obor bambu panjang dengan api menyala di kedua ujungnya. Obor diputar dengan lincah layaknya mayoret, memadukan ketangkasan fisik dengan keindahan cahaya api di malam hari.
Ketua Abid Sinar Abadi, Anung Pratama, mengatakan selama dua pekan terakhir para peserta berlatih setiap sore pukul 15.00 hingga 17.00 WIB. Pada sesi ini, mereka berlatih dasar tanpa menggunakan api.
"Selama dua minggu ini latihan sore tanpa api. Selanjutnya setiap malam Minggu anak-anak mulai berlatih menggunakan api sebagai persiapan tampil," ujar Anung.
Para peserta berasal dari siswa tiga sekolah dasar di Desa Grenggeng serta pelajar tingkat SMP dan SMA. Selain mempelajari permainan obor, mereka juga dilatih gerakan toyak berpasangan sebagai bagian dari rangkaian atraksi.
Menjelang hari pementasan, para pemain senior akan bergabung untuk memantapkan berbagai atraksi api. Beberapa di antaranya lompat tali api, lompat harimau, hingga skipping menggunakan velg.
"Pada tanggal 24 nanti akan ada latihan atraksi seperti lompat harimau, skipping menggunakan velg, dan pemain senior juga mulai memantapkan latihan lompat tali api," jelasnya.
Kesenian Abid di Desa Grenggeng telah diwariskan secara turun-temurun selama puluhan tahun. Tradisi ini rutin ditampilkan pada berbagai kegiatan desa, terutama saat Hari Jadi Desa serta peringatan 1 Muharam atau malam Suro.
Salah seorang peserta baru, Saila Yumna, siswi kelas 4 SD, mengaku baru pertama kali mengikuti latihan Abid. Ia merasa senang dapat bergabung dan mulai menguasai berbagai gerakan dasar selama latihan.
"Saya senang ikut latihan Abid. Ini pertama kali saya ikut dan ingin segera tampil di depan masyarakat," ungkap Saila.
Seluruh peserta kini terus berlatih dengan semangat agar mampu memberikan penampilan terbaik pada puncak peringatan Hari Kemerdekaan sekaligus Hari Jadi ke-102 Desa Grenggeng. Pementasan direncanakan berlangsung pada 28 Agustus 2026.