Bupati Blora Arief Rohman Dorong Muslimat NU Terjun ke Pertanian Organik dan Budidaya Ayam Kampung demi Ketahanan Pangan

Penulis: Irfan Hakim  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 15:22:31 WIB
Bupati Blora Arief Rohman membuka Konfercab Muslimat NU Kabupaten Blora di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Minggu (2/8).

BLORA — Bupati Blora Arief Rohman tidak hanya meminta Muslimat NU memperkuat dakwah dan kegiatan sosial, tetapi juga turun langsung menggarap sektor pangan. Ia mendorong organisasi perempuan terbesar di bawah naungan NU itu untuk aktif dalam pengembangan pertanian organik serta budidaya ayam kampung.

Permintaan tersebut disampaikan Arief saat membuka Konfercab Muslimat NU Kabupaten Blora di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Minggu (2/8). Menurutnya, konferensi kali ini harus menjadi momentum melahirkan program kerja yang berdampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar forum pergantian pengurus.

Potensi Besar Blora yang Belum Digarap Maksimal

Arief membeberkan sejumlah modal besar yang dimiliki Blora untuk mendukung sektor pertanian. Kabupaten ini tercatat memiliki populasi sapi terbesar di Jawa Tengah dan kedua secara nasional. Produksi padi juga masuk enam besar provinsi, sementara jagung berada di peringkat kedua tingkat Jateng.

"Kami ingin Nahdlatul Ulama beserta badan otonom-nya terus hadir dengan program-program konkret yang dirasakan umat dan masyarakat," ujarnya di hadapan para peserta konferensi.

Peserta Pelatihan Pertanian Organik Minim Kaum Ibu

Salah satu sorotan utama Bupati adalah minimnya partisipasi kaum ibu dalam program pengkaderan pertanian organik yang selama ini digelar Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU). Padahal, potensi pengembangan pertanian organik di Blora sangat terbuka lebar.

"Selama ini NU sudah sering mengadakan pengkaderan pertanian organik. Tapi peserta ibu-ibunya baru dua atau tiga orang. Saya minta nanti ada pelatihan khusus pertanian organik untuk Muslimat NU," tegas Arief.

Ia optimistis sektor ini akan berkembang pesat karena didukung limbah peternakan yang melimpah. Dengan populasi ternak hampir 250 ribu ekor, kotoran hewan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik yang bernilai ekonomi.

Blora Masih Bergantung Pasokan Ayam Kampung dari Luar Daerah

Selain pertanian, Arief juga menyoroti tingginya kebutuhan ayam kampung di Blora yang mencapai ribuan ekor per hari. Ironisnya, sebagian besar pasokan masih didatangkan dari luar kabupaten.

"Kebutuhan ayam kampung di Blora setiap hari lebih dari ribuan ekor dan banyak disuplai dari luar kabupaten. Ini menjadi tantangan," katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkab Blora tengah menyiapkan skema pendanaan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Rencananya, bantuan bibit ayam kampung akan disalurkan melalui kelompok masyarakat hingga tingkat ranting Muslimat NU.

Sinergi dengan Program Nasional

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program prioritas pemerintah pusat. Arief menegaskan komitmennya untuk fokus pada penguatan ketahanan pangan di Blora, sejalan dengan arahan Presiden.

"Saya serius menjalankan program pertanian organik dan ayam kampung ini. Saya mohon dukungan Muslimat agar bisa menjadi salah satu program organisasinya," pungkasnya.

Sebelumnya, Arief menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara Muslimat NU dan Pemkab Blora di berbagai bidang, mulai pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga perlindungan perempuan dan anak. Ia berharap kolaborasi ini semakin diperkuat melalui program-program pangan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: lingkarjateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top