Kreator Bantul @black.sheep8208 di Balik Viral Kimpul, 71 Ribu Pengikut TikTok dan Menu Modern dari Pangan Lokal

Penulis: Irfan Hakim  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 19:07:31 WIB
Kreator asal Bantul mengolah kimpul menjadi menu modern seperti seblak dan kimbap dalam video yang viral di media sosial.

BANTUL — Nama @black.sheep8208 mendadak mencuat setelah deretan videonya mengolah kimpul menjadi menu kekinian meledak di media sosial. Salah satu unggahannya, seblak kimpul, bahkan telah ditonton lebih dari dua juta kali. Kreator yang dikenal dengan kalimat khas "tapi karena saya tidak punya..." ini konsisten mengganti bahan utama makanan populer dengan umbi lokal seperti kimpul, growol, hingga uwi.

Konsepnya sederhana: memperkenalkan makanan yang sudah akrab di telinga anak muda, lalu menukar bahan utamanya dengan pangan lokal. Dari situ lahirlah mashed kimpul, kimpuljeon, kimbap kimpul, arancini kimpul, hingga cikuro kimpul. Growol pun disulap menjadi growolbokki ala Korea, sementara uwi diolah menjadi uwi schotel dan cheesy uwi pancake.

Berawal dari Lahan Warisan Sang Ayah di Bantul

Ide mengangkat pangan lokal ini bukan muncul tiba-tiba. Kreator tersebut memanfaatkan lahan peninggalan ayahnya di Bantul yang ditanami berbagai komoditas, mulai dari kimpul, mbote, kentang klesi, jagung, hingga uwi. Ia melihat generasi muda semakin enggan membudidayakan maupun mengonsumsi bahan pangan yang dulu akrab di dapur masyarakat Jawa.

Kondisi serupa terjadi pada penjual makanan tradisional seperti tempe benguk dan ongol-ongol yang sebagian besar kini dipegang oleh pedagang dari generasi tua. Alih-alih menyajikan kimpul dalam bentuk tradisional apa adanya, ia mengemasnya dengan tampilan modern agar lebih mudah diterima pasar muda.

Julukan Duta Ketahanan Pangan dari Warganet

Konsistensinya mengangkat kimpul dan umbi lokal lain membuat warganet menjulukinya "Duta Ketahanan Pangan". Julukan itu muncul bukan tanpa alasan. Pendekatan yang ringan dan menghibur dinilai mampu memperkenalkan kembali pangan lokal tanpa terkesan menggurui, sesuatu yang kerap menjadi ganjalan kampanye diversifikasi pangan formal.

Fenomena ini menunjukkan bahwa promosi pangan lokal tidak melulu harus melalui program pemerintah. Kreativitas di media sosial terbukti bisa mengubah persepsi masyarakat terhadap bahan yang selama ini dipandang sebelah mata.

Viral Kimpul dan Pertanyaan Regenerasi Petani

Viralnya kimpul membuka ruang diskusi yang lebih luas tentang keberlangsungan pangan lokal. Publik kini menanti apakah tren ini hanya berhenti sebagai hiburan sesaat di linimasa, atau benar-benar berdampak pada peningkatan minat konsumsi dan budidaya kimpul di tingkat petani.

Yang jelas, kreator asal Bantul itu telah membuktikan satu hal: bahan pangan lokal masih punya tempat di hati generasi muda, asal dikemas dengan cara yang mereka pahami. Pertanyaan besarnya, akankah tren ini diikuti kreator lain dan bertahan melampaui siklus viral di media sosial?

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: beritajateng.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top