Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Buka PKN di Semarang, 51 Peserta dari Ambon hingga Puncak Jaya Dituntut Bawa Perubahan Birokrasi

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 23:01:31 WIB

SEMARANG — Peserta yang datang dari Kota Ambon, Kabupaten Puncak Jaya, hingga Provinsi Riau itu diminta tidak pulang dengan tangan kosong. Mereka dituntut membawa gagasan perubahan yang bisa dieksekusi langsung di instansi dan daerah asal.

"Harapannya setelah mengikuti PKN, peserta kembali ke provinsi atau daerahnya mampu mengubah birokrasi dan menghadirkan ide-ide kreatif sehingga organisasi menjadi lebih maju," kata Ahmad Luthfi usai membuka acara di Kantor BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Senin.

Bukan Sekadar Sertifikat, tapi Aksi Nyata di Daerah

Ahmad Luthfi mengingatkan para peserta bahwa esensi pelatihan kepemimpinan bukanlah pada lembar sertifikat. Menurutnya, keberhasilan program ini diukur dari sejauh mana para alumni mampu menerapkan gagasan perubahan yang berdampak langsung pada kinerja organisasi.

"Banyak teori kepemimpinan, tetapi yang terpenting bagaimana kita mampu mendengar, melihat, dan bekerja secara efektif," tegasnya.

Dari Ambon hingga Puncak Jaya: Laboratorium Kolaborasi Lintas Wilayah

Komposisi peserta yang beragam menjadi perhatian tersendiri. Data BPSDMD Jawa Tengah menyebutkan, 11 peserta berasal dari kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Transmigrasi, serta Badan Intelijen Negara.

Kontingen terbesar datang dari Pemerintah Kota Ambon dengan 17 peserta, disusul Kabupaten Jepara tujuh orang, dan Kabupaten Kebumen empat orang. Adapun dari lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengirimkan dua orang, sementara Provinsi Riau satu orang. Daerah lain yang terwakili antara lain Kota Manado, Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Rembang, dan Kabupaten Wonosobo.

Keragaman ini dinilai Luthfi sebagai ruang bertukar pengalaman yang efektif. Ia menyebut kolaborasi antardaerah dan antarinstansi menjadi bekal penting bagi para pemimpin dalam menyelesaikan persoalan di wilayahnya masing-masing.

Langkah Konkret: Membangun Kepemimpinan Adaptif dan Berorientasi Dampak

Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran Lembaga Administrasi Negara (LAN) Erna Erawati menambahkan, ada tiga kemampuan utama yang harus dibangun para peserta selama pelatihan: kepemimpinan adaptif, orientasi pada dampak, dan kemampuan berkolaborasi.

Ia menekankan bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya pandai merumuskan gagasan. Kemampuan mengeksekusi hingga manfaatnya dirasakan warga adalah ujian sesungguhnya.

"Masyarakat tidak menanyakan berapa banyak program yang dibuat, tetapi menginginkan masalahnya selesai dan kehadiran negara benar-benar memberikan dampak bagi mereka," ujar Erna.

Proses pembelajaran selama PKN diharapkan menghasilkan transformasi kepemimpinan yang tidak berhenti di ruang kelas. Setelah kembali ke tempat tugas, para peserta diharapkan mampu menunjukkan kualitas tersebut dalam tindakan nyata, terutama dalam menghadapi persoalan dan mengambil keputusan.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: jateng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top