1.000 Warga Jabungan Semarang Terancam Krisis Air Bersih, PMI Kirim 5.000 Liter Bantuan ke Masjid Al-Hidayah

Penulis: Irfan Hakim  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:30:01 WIB
PMI Kota Semarang menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada warga Kelurahan Jabungan, Semarang, di Masjid Al-Hidayah, Senin (3/8/2026).

SEMARANG — Sekitar seribu warga di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, berpotensi membutuhkan pasokan air bersih jika musim kemarau terus berlanjut. Kondisi geografis wilayah yang tandus membuat sumber air lebih cepat menyusut dibandingkan kelurahan lain di kecamatan tersebut.

PMI Kota Semarang telah menurunkan 5.000 liter air bersih yang didistribusikan ke Masjid Al-Hidayah, Jabungan Sidoro RT 02 RW 03, Senin (3/8/2026) siang. Bantuan tersebut dialirkan ke sejumlah tandon sebelum dibagikan kepada warga yang telah mengantre sejak siang hari.

Puluhan warga terlihat membawa galon, jeriken, dan berbagai wadah penampung air lainnya di lokasi penyaluran. Personel PMI, Polri, perangkat kelurahan, kecamatan, serta Pekerja Sosial Masyarakat dikerahkan untuk memastikan pendistribusian berjalan lancar.

Warga Andalkan Air Pegunungan untuk Minum, Pamsimas Tak Layak Konsumsi

Istikhoroh, warga RT 02 RW 03 Kelurahan Jabungan, mengatakan air dari Program Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) hanya bisa digunakan untuk mandi dan mencuci karena mengandung zat besi.

"Warga selama ini masih menggunakan air Pamsimas untuk mandi dan mencuci karena airnya mengandung zat besi sehingga tidak layak diminum. Untuk kebutuhan minum kami mengandalkan sumber air pegunungan, tetapi sekitar dua minggu terakhir airnya sering mati dan kalau mengalir harus bergantian menampung," kata Istikhoroh, Senin (3/8/2026).

Penggunaan air kini harus diatur lebih hemat agar kebutuhan seluruh keluarga tetap terpenuhi. Sebagian warga bahkan memanfaatkan aliran sungai untuk mencuci barang berukuran besar ketika debit air memungkinkan.

Jaringan PDAM Baru Tersedia di RT 01

Istikhoroh berharap jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) segera diperluas hingga menjangkau wilayah RT 02 dan RT 03. Saat ini, jaringan PDAM baru tersedia di RT 01 sehingga sebagian besar warga masih bergantung pada sumber air pegunungan yang debitnya mudah berkurang saat kemarau.

Jabungan Jadi Wilayah Prioritas Dropping Air

Pelaksana Tugas Camat Banyumanik, Sri Martini, menyebut Kelurahan Jabungan menjadi wilayah yang paling membutuhkan bantuan air bersih di Kecamatan Banyumanik. Pihaknya terus melakukan pemetaan wilayah yang memerlukan dropping air agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

"Kelurahan Jabungan memang menjadi wilayah yang paling membutuhkan bantuan air bersih di Kecamatan Banyumanik. Kondisi geografisnya cukup tandus sehingga sumber air lebih cepat menyusut ketika musim kemarau. Karena itu kami terus melakukan pemetaan wilayah yang membutuhkan dropping air agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran," ujar Sri Martini.

Penurunan debit mata air pegunungan yang menjadi sumber utama air minum warga terjadi dalam dua pekan terakhir. Pasokan air bersih menjadi tidak stabil sehingga warga harus menunggu bahkan mengantre saat air mengalir.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: jateng.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top