49 Universitas Taiwan Tawarkan Beasiswa di Semarang, Ribuan Pelajar Jateng Padati Pameran Pendidikan

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:31:01 WIB
Ribuan pelajar Jawa Tengah memadati pameran pendidikan yang menampilkan 49 universitas Taiwan di Semarang.

SEMARANG — Antrean panjang terlihat di sejumlah stan universitas sejak pameran dibuka pukul 09.00 WIB. Para pelajar bergantian bertanya soal jurusan, biaya hidup, hingga prospek karier setelah lulus dari Negeri Formosa.

Pameran yang digagas Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia (ICATI) ini menjadi ruang konsultasi langsung antara calon mahasiswa dengan perwakilan kampus. Beberapa stan bahkan menyediakan sesi wawancara singkat untuk pendaftaran awal.

Beasiswa dan Program Internasional Jadi Daya Tarik Utama

Ketua ICATI Jawa Tengah, Fandi Chandra, mengatakan puluhan universitas yang hadir menawarkan program studi beragam. Mulai dari teknik, teknologi informasi, kecerdasan buatan (AI), kesehatan, bisnis, desain, hingga ilmu sosial dan humaniora.

"Kami ingin memberikan akses informasi yang seluas-luasnya kepada pelajar Indonesia agar mereka dapat memilih universitas yang sesuai dengan minat dan cita-citanya," ujarnya.

Fandi menyebut biaya kuliah yang relatif terjangkau dan banyaknya pilihan beasiswa menjadi alasan utama semakin banyak mahasiswa Indonesia memilih Taiwan sebagai tujuan studi.

Lebih dari 24 Ribu Pelajar Indonesia Sedang Kuliah di Taiwan

Ketua Umum ICATI, Hengky Lau, mengungkapkan hubungan pendidikan Indonesia-Taiwan terus menguat. Saat ini tercatat lebih dari 24 ribu pelajar Indonesia menempuh pendidikan di Taiwan, dari jenjang diploma hingga doktor.

"Taiwan memiliki sistem pendidikan modern, fasilitas riset lengkap, serta hubungan erat dengan industri teknologi kelas dunia," kata Hengky.

Ia memastikan kendala bahasa bukan lagi hambatan besar. Banyak universitas Taiwan membuka program internasional berbahasa Inggris, terutama untuk jenjang magister dan doktoral. Sementara mahasiswa sarjana justru mendapat nilai tambah dengan mempelajari bahasa Mandarin.

Fasilitas Ramah Muslim dan Kesempatan Magang

Hengky menambahkan, berbagai kampus di Taiwan kini menyediakan musala, pilihan makanan halal, dan komunitas mahasiswa Indonesia yang aktif membantu adaptasi mahasiswa baru. Keberadaan ratusan ribu warga Indonesia di Taiwan juga memudahkan mahasiswa membangun jaringan sosial.

Mahasiswa internasional juga berkesempatan mengikuti program magang di berbagai perusahaan serta bekerja paruh waktu hingga 20 jam per minggu sesuai ketentuan berlaku. Pengalaman ini dinilai membantu mahasiswa memperoleh penghasilan tambahan selama menempuh pendidikan.

Pemprov Jateng Dorong Pelajar Manfaatkan Kesempatan

Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Daerah, dan Kerja Sama Setda Provinsi Jawa Tengah, Edy Iswanto, menyambut positif penyelenggaraan pameran ini. Menurutnya, pendidikan di luar negeri memberikan bekal akademik sekaligus pengalaman hidup di lingkungan multikultural.

"Kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan generasi muda Jawa Tengah untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan dunia yang semakin kompetitif," ujarnya.

Edy menambahkan, kebutuhan dunia kerja saat ini tidak hanya menuntut nilai akademik tinggi, tetapi juga kemampuan komunikasi lintas budaya, penguasaan teknologi, serta pengalaman internasional.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: beritajateng.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top