Pelindo dan SPPI Bersatu Sahkan PKB 2026–2028, Targetkan Hubungan Industrial Lebih Produktif

Penulis: Irfan Hakim  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 11:03:01 WIB
Pelindo dan SPPI Bersatu resmi mengesahkan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 2026–2028 untuk mendukung hubungan industrial yang lebih produktif.

JAWA TENGAH — Kejelasan aturan main antara pekerja dan manajemen menjadi kunci agar roda bisnis kepelabuhanan tetap berputar lancar. Lewat sosialisasi ini, Pelindo ingin memastikan seluruh awak perusahaan, termasuk para Port Captain di berbagai wilayah, memahami isi perjanjian secara utuh. Targetnya sederhana: tidak ada lagi tafsir ganda di lapangan yang bisa memicu gesekan.

Bukan Sekadar Dokumen, tapi Komitmen Bersama

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat SPPI Bersatu, Dodi Nurdiana, menegaskan bahwa PKB bukanlah artefak administratif belaka. Ia adalah hasil dialog konstruktif yang melibatkan banyak pertimbangan dari kedua belah pihak.

"PKB bukan sekadar dokumen yang mengatur hubungan kerja, tetapi merupakan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan kerja yang saling menghormati, menjunjung profesionalisme, serta memberikan kepastian bagi pekerja dan perusahaan," ujar Dodi dalam keterangan resminya, Kamis (6/8).

Menurutnya, dengan pemahaman yang sama terhadap isi perjanjian, sinergi antara pekerja dan manajemen akan lebih mudah terjaga, terutama ketika perusahaan menghadapi tekanan bisnis maupun tantangan operasional di lapangan.

Menjaga Konsistensi di Seluruh Wilayah Kerja

Group Head Layanan Strategis SDM Pelindo, Basuki Soleh, menyebut PKB sebagai instrumen strategis yang mendukung tata kelola ketenagakerjaan yang adaptif. Ia menekankan pentingnya sosialisasi ini agar penerapan perjanjian tidak timpang di satu daerah dengan daerah lain.

"Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan setiap Port Captain Pelindo memahami substansi PKB secara menyeluruh sehingga implementasinya dapat berjalan konsisten di seluruh wilayah kerja. Hubungan industrial yang harmonis menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung peningkatan kinerja perusahaan," kata Basuki.

Pernyataan itu menegaskan arah manajemen yang tidak ingin perbedaan interpretasi mengganggu produktivitas. Dengan standar pemahaman yang seragam, diharapkan pelayanan di 12 pelabuhan utama yang dikelola Pelindo bisa berjalan tanpa hambatan berarti.

Komitmen Regional 4 untuk Komunikasi Terbuka

Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen membangun komunikasi terbuka antara perusahaan dan pekerja. Ia berharap seluruh karyawan menjadikan PKB sebagai pedoman bersama dalam menjalankan peran masing-masing.

"Pemahaman yang baik terhadap PKB akan menciptakan kesamaan persepsi dalam pelaksanaannya. Kami berharap seluruh pekerja menjadikan PKB sebagai pedoman bersama dalam menjalankan hak dan kewajiban secara profesional sehingga tercipta hubungan industrial yang kondusif dan mendukung pencapaian tujuan perusahaan," ujar Rinto.

Kegiatan yang berlangsung di Makassar ini dihadiri oleh Group Head Hukum Pelindo Akhirman, Group Head Strategi SDM Pelindo Cucu Kuswoyo, tim perunding PKB, serta seluruh anggota SPPI Bersatu di wilayah Pelindo Regional 4. Sebagian peserta mengikuti jalannya sosialisasi secara daring dari berbagai lokasi.

Ke depan, keberhasilan implementasi PKB ini akan terukur dari sejauh mana iklim kerja di lingkungan Pelindo menjadi lebih stabil. Bagi pekerja, kepastian hak membuat mereka bisa fokus pada kinerja. Bagi perusahaan, stabilitas ini menjadi modal penting untuk menjaga daya saing di tengah persaingan bisnis logistik yang semakin ketat.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: sindomakassar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top