SEMARANG — Jawa Tengah bersiap mengukir sejarah baru sebagai tuan rumah MTQ Nasional setelah 47 tahun. Berbeda dari edisi sebelumnya, penyelenggaraan tahun 2026 ini membawa dua terobosan besar: penguatan sistem perhakiman lewat lembaga pengawas baru dan pembukaan ruang partisipasi bagi muslim tuli melalui cabang eksibisi pertama dalam sejarah.
Kepastian ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Checking Persiapan Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Gedung B Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (6/8/2026). Pemerintah daerah bersama Kementerian Agama RI mematangkan detail teknis hingga venue utama di kawasan Lapangan Simpang Lima Semarang.
Pembentukan Majelis Kode Etik Dewan Hakim menjadi pembeda utama MTQ kali ini. Lembaga ini bertugas memperkuat integritas, profesionalisme, dan objektivitas proses penilaian selama perlombaan berlangsung.
"Kami akan memanfaatkan penyelenggaraan MTQ di Jawa Tengah ini untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ dari segi perhakiman," ujar Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Muchlis Muhammad Hanafi.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah MTQ Nasional, cabang Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW) akan dieksibisikan. Langkah ini menyusul terbitnya Mushaf Al-Qur'an Standar Isyarat yang menjadi pedoman resmi perlombaan.
"Ini cabang baru untuk tuli muslim yang akan dieksibisikan pertama kalinya pada MTQ Nasional 2026 di Provinsi Jawa Tengah," kata Muchlis. Kehadiran cabang ini diharapkan membuka partisipasi lebih luas bagi penyandang tuli dalam syiar Al-Qur'an.
MTQ Nasional XXXI tidak hanya berfokus pada perlombaan. Rangkaian acara juga mencakup seminar internasional yang melibatkan akademisi dan pakar Al-Qur'an dari berbagai negara, sebagai tindak lanjut arahan Menteri Agama agar MTQ menjadi ruang penguatan kajian keislaman global.
Panitia juga menyiapkan kegiatan pendukung seperti festival rebana, lomba kaligrafi, dan upaya pemecahan rekor menyanyikan Mars MTQ. Targetnya, 100 ribu peserta akan terlibat secara luring maupun daring dalam momen tersebut.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyebut penataan kawasan Lapangan Simpang Lima sebagai prioritas. Lokasi ini akan menjadi pusat upacara pembukaan dan penutupan MTQ Nasional.
Penataan dilakukan bertahap karena kawasan tersebut masih digunakan untuk proyek revitalisasi dan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Panitia menargetkan proses penataan venue dimulai pada 18 Agustus 2026.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, mengingatkan bahwa kesuksesan acara tidak hanya diukur dari kelancaran teknis. "Bagi kami, sukses pelaksanaan itu kalau tidak disertai dengan keramahan juga tidak afdal. Selain mencari kemenangan, kita juga mencari persahabatan yang baik antarpemerintah daerah," ujarnya.
Rangkaian MTQ Nasional XXXI akan dimulai dengan Malam Ta'aruf pada 11 September 2026, dilanjutkan Pawai Ta'aruf dan pembukaan resmi pada 12 September, serta ditutup pada 19 September 2026 di Lapangan Simpang Lima Semarang.