JAWA TENGAH — Penanganan lalu lintas Ibu Kota kembali bergantung pada tenaga manusia setelah kebakaran yang melanda Gedung Bapenda DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Gambir, Sabtu (8/8/2026) dini hari, melumpuhkan sistem persinyalan otomatis. Ruang kendali utama Dinas Perhubungan (Dishub) yang berada di lantai 16 gedung tersebut dipastikan tidak berfungsi, memaksa petugas berjaga di lapangan untuk mengatur arus kendaraan secara manual.
Pramono Anung menyatakan instruksi penebalan pasukan telah dikeluarkan sejak Jumat malam, menyusul api yang mulai membakar gedung pada pukul 21.30 WIB. Ribuan personel dikerahkan ke persimpangan yang biasanya terhubung dengan sistem ITCS, khususnya di kawasan Gambir, Thamrin, dan Sudirman.
"Akibatnya, pengaturan lampu merah yang sebelumnya otomatis kini dilakukan secara manual," ujar Pramono dalam keterangan resminya, Sabtu (8/8/2026).
Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi kekacauan lalu lintas pada jam berangkat kerja Senin besok. Namun, efektivitas pengaturan manual diakui tidak secepat sistem otomatis, terutama saat volume kendaraan memuncak.
Di tengah kekhawatiran warga akan nasib dokumen perpajakan, Pramono memastikan data digital perpajakan DKI Jakarta aman. Sistem yang telah ter-back up secara digital disebut tidak terganggu oleh insiden kebakaran, sehingga layanan pajak tetap beroperasi normal.
Untuk menjaga kelangsungan pelayanan publik, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkantor di gedung tersebut diinstruksikan bekerja dari rumah (WFH) secara bergantian. Sebagai alternatif, mereka dapat memanfaatkan kantor Suku Dinas di wilayah kota atau aset milik Pemprov DKI lainnya.
"Pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama kita. Masyarakat jangan khawatir, semua layanan akan tetap berjalan," tegas Pramono.
Proses pemadaman berlangsung dramatis. Sebanyak 37 unit mobil pemadam dan 185 personel dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 02.00 WIB dini hari, atau sekitar 4,5 jam setelah kebakaran pertama kali dilaporkan.
Gedung yang terletak di Petojo Selatan itu tidak hanya menjadi markas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), tetapi juga menaungi BPSDM, Dinas Perhubungan, BPAD, dan Bank Jakarta. Total sekitar 1.000 ASN tercatat berkantor di gedung berlantai 16 tersebut.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi oleh pihak kepolisian dan Dinas Gulkarmat DKI Jakarta.
Kebakaran ini menjadi ujian pertama bagi Pramono Anung dalam menangani infrastruktur kritis perkotaan. Publik kini menunggu langkah cepat Pemprov untuk memulihkan sistem TMC dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di gedung-gedung pemerintahan lainnya.