JAWA TENGAH — Dominasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam pusaran ekonomi nasional kembali terbukti. Meski hanya menguasai 19 dari 100 kursi dalam daftar Fortune Indonesia 100 tahun 2026, kontribusi pendapatan mereka nyaris menyentuh setengah dari total akumulasi pendapatan seluruh peserta daftar.
Berdasarkan data Fortune Indonesia yang dirilis pada Rabu (12/8/2026), total pendapatan 100 perusahaan dalam daftar tersebut mencapai Rp6.224,01 triliun. Angka ini setara dengan 26,1% dari produk domestik bruto (PDB) nasional, yang menunjukkan betapa besarnya peran korporasi besar, termasuk BUMN, dalam menggerakkan roda perekonomian.
PT Pertamina (Persero) kembali mempertahankan posisinya sebagai perusahaan dengan pendapatan terbesar, tidak hanya di antara BUMN tetapi juga seluruh Indonesia. Pada tahun fiskal 2025, raksasa energi pelat merah ini membukukan pendapatan hingga Rp1.189,74 triliun.
Di bawah Pertamina, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mencatatkan pendapatan Rp582,68 triliun. Sektor perbankan juga tampil perkasa lewat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan Rp324,33 triliun dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang mengantongi Rp212,97 triliun.
Nama-nama besar lainnya turut menghiasi daftar, seperti PT Mineral Industri Indonesia (Persero) dengan Rp159,46 triliun, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp146,74 triliun, serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang mencatatkan Rp94,04 triliun.
Berikut adalah 19 perusahaan BUMN dengan pendapatan terbesar pada 2025 versi Fortune Indonesia 100:
Untuk bisa masuk dalam daftar bergengsi ini, sebuah perusahaan setidaknya harus membukukan pendapatan minimal Rp12,31 triliun. Ambang batas ini menjadi semacam barometer kesehatan finansial korporasi di tengah dinamika ekonomi yang penuh tantangan.
"Meski jumlah BUMN yang masuk dalam daftar Fortune Indonesia 100 hanya 19 entitas, pendapatan mereka setara 50,32% dari total pendapatan Fortune Indonesia 100," tulis Fortune Indonesia dalam siaran persnya, menegaskan posisi strategis BUMN di lanskap bisnis Tanah Air.
Dengan kinerja yang solid, BUMN tidak hanya menjadi penyumbang pendapatan negara melalui dividen, tetapi juga menjadi tulang punggung sektor-sektor vital seperti energi, listrik, perbankan, dan infrastruktur yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.