Review Lucid Gravity GT-S 2027: 1070 HP Lebih Murah dari Dream Edition, Ini Konsekuensinya

Penulis: Irfan Hakim  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 12:06:01 WIB
Lucid Gravity GT-S tampil di Monterey Car Week, California, dengan tenaga 1070 hp dan harga lebih rendah dari Dream Edition.

JAWA TENGAH — Lucid resmi memperkenalkan Gravity GT-S pada perhelatan Monterey Car Week di California. Varian ini mengambil posisi yang ditinggalkan Dream Edition sebagai trim tertinggi di jajaran SUV listrik tersebut, sekaligus menjadi "Sapphire-lite" yang menghubungkan lini Gravity dengan sedan Air versi 1234 hp. Kami belum sempat menguji unitnya, tapi dari spesifikasi yang dirilis, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum memesan.

Tenaga 1070 HP: Angka yang Sama, Harga yang Berbeda

GT-S memakai powertrain identik dengan Dream Edition: dua motor listrik yang menghasilkan gabungan tenaga 1070 hp. Lucid mengklaim akselerasi 0-60 mph (sekitar 0-96 km/jam) tembus 3,1 detik — angka yang sama persis dengan catatan Dream Edition di tes kami sebelumnya. Karena basisnya tidak berubah, kami tidak melihat alasan hasil tersebut akan berbeda.

Yang lebih menarik justru soal harga. Dream Edition terakhir yang kami uji dibanderol mulai USD 141.550 (sekitar Rp 2,26 miliar). GT-S hadir dengan harga awal USD 127.750 (sekitar Rp 2,04 miliar). Selisihnya nyaris USD 14 ribu — cukup signifikan untuk mobil sekelas ini, meski Anda tetap harus merogoh kocek ekstra USD 30 ribu dibanding varian Grand Touring.

Paket Dynamic Handling: Standar di GT-S, Opsional di Varian Lain

Salah satu pembeda utama GT-S adalah paket Dynamic Handling yang disertakan sebagai standar. Paket ini menambahkan kemudi roda belakang dan suspensi udara adaptif — dua komponen yang berperan besar dalam perilaku Dream Edition di lintasan. Pada tes skidpad, Dream Edition mencatatkan 0,90 g, angka yang impresif untuk SUV seukurannya. Kami menduga GT-S akan menyamai atau sedikit melampaui catatan tersebut.

Yang perlu dicatat: paket ini bukan sekadar gimmick. Kemudi roda belakang membantu manuver di kecepatan rendah dan stabilitas di kecepatan tinggi, sementara suspensi udara adaptif memberi fleksibilitas antara mode nyaman dan sport. Untuk SUV seberat ini, keduanya hampir wajib ada.

Desain Khas Sapphire: Aksen Biru di Luar dan Dalam

Dream Edition sebelumnya tidak punya bahasa desain yang benar-benar berdiri sendiri. GT-S berbeda. Mengikuti obsesi Sapphire terhadap warna biru, GT-S menghadirkan aksen biru pada kaliper rem, jok, sabuk pengaman, setir, sandaran tangan, dan jahitan kontras. Logo beruang khas Lucid — ciri khas varian Sapphire — kini terukir di sandaran kepala.

Interiornya tetap mewah dengan material premium, dan ada opsi upgrade kulit seharga USD 1.300 (sekitar Rp 20,8 juta) jika kulit standar dirasa kurang. Sayangnya, Lucid belum mengonfirmasi jadwal pengiriman — order book baru dibuka hari ini, tapi konsumen mungkin harus menunggu beberapa bulan.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memesan

  • Harga masih premium: Meski lebih murah dari Dream Edition, GT-S tetap membanderol dirinya di atas varian Grand Touring dengan selisih sekitar Rp 480 juta. Ini bukan mobil untuk pembeli yang mencari value murni.
  • Infrastruktur charging di Indonesia: Lucid belum resmi masuk pasar Indonesia. Jika Anda berencana membawa masuk unit ini secara parallel import, pastikan infrastruktur pengisian daya di kota Anda mendukung — ini bukan mobil yang bisa diisi di sembarang SPKLU.
  • Ketersediaan layanan purna jual: Tanpa diler resmi di dalam negeri, perawatan rutin dan perbaikan komponen akan menjadi tantangan tersendiri. Ini pertimbangan besar untuk mobil listrik sekelas ini.

Kesimpulan: Lebih Masuk Akal, Tapi Tetap Bukan untuk Semua Orang

GT-S adalah langkah cerdas dari Lucid. Ia mempertahankan performa puncak Dream Edition, menambahkan paket handling yang relevan, dan memotong harga secara signifikan. Untuk pasar global, ini membuat 1070 hp lebih terjangkau — sesuatu yang jarang terjadi di segmen ini.

Namun untuk pembaca di Indonesia, pertimbangannya tidak berhenti di angka tenaga atau harga di Amerika Serikat. Tanpa kehadiran resmi Lucid di pasar lokal, kepemilikan Gravity GT-S akan penuh kompromi — dari soal pengisian daya hingga servis berkala. Jika Anda tetap ingin membawanya masuk, siapkan anggaran tambahan untuk logistik dan perawatan independen. Mobil ini jelas istimewa, tapi di Indonesia, ia lebih cocok untuk kolektor dengan toleransi risiko tinggi.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top