SEMARANG — Pembukaan MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang dihadiri 14 gubernur dan tujuh wakil gubernur dari berbagai provinsi. Kehadiran para kepala daerah itu, menurut Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menegaskan MTQ bukan sekadar perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur'an.
"Di tengah-tengah kita ada pimpinan daerah yang mempunyai latar belakang berbeda. Ini menunjukkan MTQ tidak hanya milik umat Islam tetapi menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh masyarakat di Indonesia," ujarnya.
14 Gubernur dan 7 Wagub Hadir di Lapangan Pancasila
Gubernur yang hadir meliputi Rudy Mas'ud (Kalimantan Timur), Khofifah Indar Parawansa (Jawa Timur), Mahyeldi Ansharullah (Sumatera Barat), Ansar Ahmad (Kepulauan Riau), Al Haris (Jambi), dan Helmi Hasan (Bengkulu). Turut hadir Lalu Muhammad Iqbal (Nusa Tenggara Barat), Emanuel Melkiades Laka Lena (Nusa Tenggara Timur), Suhardi Duka (Sulawesi Barat), Andi Sumangerukka (Sulawesi Tenggara), Hendrik Lewerissa (Maluku), Sherly Tjoanda Laos (Maluku Utara), dan Elisa Kambu (Papua Barat Daya).
Dari unsur wakil gubernur, hadir KGPAA Paku Alam X (DIY), Vasko Ruseimy (Sumatera Barat), Jihan Nurlela (Lampung), Surya (Sumatera Utara), Edy Pratowo (Kalimantan Tengah), Mohammad Lakotani (Papua Barat), dan Taj Yasin Maimoen (Jawa Tengah).
8 Cabang, 24 Golongan, 48 Kategori Musabaqah
Kafilah dari 37 provinsi mengikuti perlombaan di 8 cabang dengan 24 golongan dan 48 kategori musabaqah. Luthfi menyatakan seluruh peserta sudah menjadi juara karena telah membaca dan mengamalkan Al-Qur'an.
"MTQ Nasional ini jauh dari kepentingan apapun, termasuk dari sekadar juara. Saya meyakini bahwa seluruh peserta adalah juara, karena telah membaca dan mengamalkan Al-Qur'an," katanya.
Perputaran Ekonomi Diperkirakan Capai Rp1,2 Triliun
Selain musabaqah, MTQ Nasional XXXI menyertakan pameran produk UMKM dari tiap provinsi hingga 20 September 2026. Menurut Luthfi, dampak ekonominya tidak hanya dirasakan pelaku usaha di Jawa Tengah.
"MTQ Nasional ini implikasinya tidak hanya kepada UMKM di Jawa Tengah tapi seluruh provinsi, karena para gubernur membawa UMKM-nya ke tempat kita. Diperkirakan hampir Rp1,2 triliun perputaran ekonomi pada MTQ Nasional di tempat kita ini," ujarnya.
Kaligrafi Digital hingga Seminar 5.000 Peserta
Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai kemeriahan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah luar biasa. Selain musabaqah, rangkaian kegiatan mencakup seminar yang diikuti hampir 5.000 orang dan pameran UMKM.
"Kecintaan masyarakat Jawa Tengah dengan Al-Quran ini sangat besar. Pada MTQ Nasional di Jawa Tengah ini juga ada penambahan beberapa cabang perlombaan termasuk kaligrafi digital, juga melibatkan AI juga. Tempatnya juga lebih menyatu, antar venue lebih terkonsentrasi," ungkapnya.
Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyebut gelaran ini sebagai ruang pembentukan sumber daya manusia yang cerdas dan berakhlak mulia. "Ini juga ajang silaturahmi dari berbagai daerah di Indonesia. Di sini bertanding iya tetapi paling utama saling mengenal dan bersatu," katanya.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos berharap MTQ Nasional XXXI membawa cahaya dan harmoni menuju Indonesia emas yang berkeadilan. Ia juga menyampaikan kesan positif soal keramahan warga Jawa Tengah, kulinernya, dan sisi ekonomisnya.