SEMARANG — Rencana perpanjangan Festival Kota Lama Semarang mendapat lampu hijau dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Penyelenggaraan festival yang memadukan pelestarian kawasan bersejarah dengan ekonomi kreatif ini akan diselaraskan dengan agenda MTQ Nasional ke-31 yang digelar di Kota Semarang.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menyebut langkah tersebut sebagai pemanfaatan momentum yang strategis. Pasalnya, perhelatan MTQ Nasional diperkirakan akan mendatangkan sekitar tujuh ribu anggota kafilah ke ibukota provinsi tersebut.
Potensi 15 Ribu Pengunjung dari Agenda MTQ
"Kalau tidak diperpanjang ini eman-eman, karena dari delegasi saja kafilah itu sekitar tujuh ribuan. Itu keluarganya kan sampai sekitar sepuluh ribu sampai lima belas ribu orang masuk ke Semarang," ujar Sumarno usai menghadiri pembukaan Festival Kota Lama, Jumat (4/9/2026) malam.
Jumlah tersebut belum termasuk keluarga dan pendamping peserta. Lonjakan kunjungan ini dinilai harus dimanfaatkan untuk menggerakkan sektor pariwisata serta pelaku usaha di Kota Semarang.
Perpaduan Sejarah dan Ekonomi Kreatif
Sumarno menegaskan apresiasi Pemprov Jateng terhadap festival yang digelar di kawasan bangunan bersejarah peninggalan masa kolonial itu. Menurutnya, acara ini menjadi contoh kolaborasi antara upaya menjaga cagar budaya dengan pengembangan sektor kreatif.
"Kami dari pemerintah sangat mengapresiasi Festival Kota Lama, karena Kota Lama ini sekali lagi mempunyai peninggalan sejarah yang kita jaga dan juga dikolaborasikan dengan ekonomi kreatif, sehingga ini juga akan menambah ekonomi Kota Semarang," katanya.
Pemprov Jateng berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai ajang tahunan, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. Festival ini dinilai sebagai bagian dari program pengembangan pariwisata di Jawa Tengah.
Target Perpanjangan hingga MTQ Selesai
Pihaknya berharap festival yang menyajikan beragam atraksi seni dan kuliner di kawasan Kota Lama ini dapat terus berlangsung hingga rangkaian kegiatan MTQ Nasional selesai. Dengan begitu, para peserta dan pengunjung yang datang dari berbagai daerah memiliki alternatif destinasi wisata sejarah dan budaya di sela-sela agenda perlombaan.
"Kalau momentumnya tidak bisa mengambil kesempatan ini sayang sekali. Bisa langsung diperpanjang sampai dengan kegiatan MTQ selesai," kata Sumarno.
Dukungan ini sekaligus menjawab harapan agar gelaran MTQ Nasional ke-31 tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan, tetapi juga memberi manfaat bagi pertumbuhan ekonomi warga Semarang.