Pencarian

Peran Keluarga untuk Kecerdasan Anak: Tiga Fungsi Utama Orang Tua

Senin, 07 September 2026 • 09:36:01 WIB
Peran Keluarga untuk Kecerdasan Anak: Tiga Fungsi Utama Orang Tua
Keluarga menjalankan tiga fungsi utama, yaitu pengasuhan, perawatan, dan pengawasan, untuk mendukung kecerdasan anak.

JAWA TENGAH — Menjadi orang tua bukan sekadar memberi nafkah dan tempat tinggal. Ada peran besar yang menentukan bagaimana seorang anak tumbuh, termasuk tingkat kecerdasannya. Praktisi Parenting dan Founder Sahabat Misykat Indonesia, Machnun Uzni, menyebut keluarga yang kuat perlu menjalankan tiga fungsi utama: pengasuhan, perawatan, dan pengawasan.

Pernyataan ini ia sampaikan dalam siaran Indonesia Cerdas pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kira-kira, apa saja makna dari ketiga fungsi tersebut dan bagaimana penerapannya di rumah? Berikut ulasannya untuk para ibu.

1. Pengasuhan: Keteladanan Lebih Kuat dari Nasihat

Fungsi pertama yang ditekankan Machnun adalah pengasuhan. Ia menjelaskan, pengasuhan berkaitan erat dengan keteladanan orang tua. Anak tidak hanya butuh dinasihati, tetapi juga melihat contoh nyata dari perilaku kita sehari-hari.

Moms, anak adalah peniru ulung. Apa yang kita lakukan akan lebih melekat di ingatannya dibanding apa yang kita ucapkan. Jadi, pastikan sikap dan kebiasaan kita sehari-hari sudah mencerminkan nilai-nilai yang ingin kita tanamkan pada buah hati.

2. Perawatan: Lebih dari Sekadar Makan dan Rumah

Fungsi kedua adalah perawatan. Ini berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar anak, seperti kecukupan finansial, makanan bernutrisi, hingga tempat tinggal yang aman dan layak. Namun, perawatan tidak berhenti di situ saja.

Menurut Machnun, orang tua juga dituntut memiliki kecerdasan dalam mengelola kebutuhan keluarga. Kecerdasan finansial dan pendidikan orang tua berperan besar di sini. Kemampuan mengatur keuangan rumah tangga misalnya, secara tidak langsung memastikan anak mendapatkan fasilitas tumbuh kembang yang optimal.

3. Pengawasan: Mengarahkan, Bukan Mengekang

"Kemudian fungsi dari peran orang tua yang ketiga adalah pengawasan. Pengawasan ini maknanya adalah bagaimana orang tua kemudian mengarahkan anak-anaknya," kata Machnun. Orang tua adalah pihak yang paling awal mengenali potensi anak.

Peran orang tua ini kemudian diperkuat oleh sekolah dan para pendidik. Mereka memiliki sistem serta pendekatan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik secara lebih terstruktur.

Kecerdasan Tak Bisa Diseragamkan, Ibu Perlu Tahu

Penting untuk dipahami, kecerdasan anak tidak bisa diseragamkan. Dalam dunia pendidikan, kecerdasan dilihat dari tiga aspek: kognitif, afektif, dan psikomotorik.

  • Kognitif: berkaitan dengan kemampuan berpikir dan pengetahuan.
  • Afektif: berhubungan dengan sikap dan kondisi emosional anak.
  • Psikomotorik: terkait keterampilan yang berkembang lewat aktivitas dan pengalaman.

Karena itu, Moms, jangan jadikan prestasi akademik sebagai satu-satunya ukuran kecerdasan. Setiap anak memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda. Ada yang unggul di kelas, tapi tidak sedikit pula yang memiliki kemampuan luar biasa di bidang olahraga, seni, atau keterampilan di luar ruangan.

Perbedaan ini bukanlah kekurangan. Justru, itu adalah potensi unik yang perlu kita gali dan dukung. Tugas kita adalah memastikan tiga fondasi di atas berjalan, lalu membiarkan bakatnya berkembang dengan caranya sendiri.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks