JAWA TENGAH — Kabar bocornya Grand Theft Auto 6 (GTA 6) kembali mengguncang komunitas gamer. Dua video yang diklaim sebagai rekaman gameplay asli dari game paling dinanti ini beredar di platform media sosial, memperlihatkan detail yang belum pernah terlihat sebelumnya. Bocoran ini muncul hanya beberapa hari sebelum Rockstar dijadwalkan merilis trailer terbaru mereka di Netflix.
Salah satu video memperlihatkan Jason, salah satu dari dua protagonis utama, sedang mengemudikan truk di sebuah jalanan. Ia kemudian turun dan menyerang seorang warga sipil di pinggir jalan. Video lainnya menampilkan Jason sedang bersandar di balkon sebuah Safe House sebelum akhirnya bermain basket di halaman rumah.
Detail kecil seperti tampilan enam bintang untuk level buronan (Wanted gauge), indikator stamina, dan kualitas grafik yang tinggi membuat banyak pengamat yakin rekaman tersebut asli. Meski begitu, belum bisa dipastikan apakah cuplikan itu berasal dari build terbaru atau versi lama pengembangan game.
Selain video, sebuah gambar yang diduga peta utuh dunia GTA 6 juga ikut tersebar. Peta tersebut menampilkan wilayah bernama Leonida, yang merupakan representasi fiksi dari negara bagian Florida, Amerika Serikat. Area ini terbagi menjadi lima county yang bisa dijelajahi pemain.
County paling padat dan detail adalah Vice Dale County, lokasi di mana kota Vice City berada—yang jelas merupakan representasi dari Miami. Bagi pemain yang sudah familiar dengan seri GTA, bocoran peta ini memberikan gambaran awal tentang seberapa luas dan bervariasi lingkungan yang akan dijelajahi nantinya.
Kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas kebocoran ini bernama CyberLeek. Dalam pernyataannya, mereka mengklaim melakukan aksi ini atas nama "Hak-Hak Gamer". Isu utamanya terkait penghentian kontroversial penggunaan cakram game (disc) dan transisi industri menuju digitalisasi penuh. Mereka menyoroti bahwa edisi fisik GTA 6 hanya berisi kode di dalam kotak, bukan cakram.
Situs resmi CyberLeek dilaporkan sudah tidak bisa diakses. Namun, IGN sempat melaporkan bahwa kelompok ini membuat tiga tuntutan kepada Rockstar dan publisher lain. Tuntutan tersebut juga berkaitan dengan DLC single-player "palsu" di GTA 6, yang diduga merujuk pada konten eksklusif di Edisi Ultimate seperti toko, pakaian, dan mobil dalam game yang tidak bisa didapatkan lewat cara lain.
Manifesto CyberLeek ditutup dengan peringatan keras: "Publisher harus waspada. Jika CyberLeek bisa menjangkau Rockstar, tidak ada yang aman. Ini adalah pesan untuk semua korporasi besar: berperilakulah, atau jadilah target berikutnya."
Meski terdengar mengancam, ada kecurigaan bahwa aksi ini bisa jadi modus penipuan. Kode QR yang ditampilkan dalam video mengarah ke alamat donasi cryptocurrency, yang membuat banyak pihak mempertanyakan motif asli dari para pembocor.
Hingga berita ini ditulis, Rockstar maupun perusahaan induknya, Take-Two Interactive, belum memberikan tanggapan resmi. Namun, banyak unggahan video yang beredar telah dihapus, mengindikasikan pihak pengembang sudah bergerak cepat melakukan tindakan penghapusan berdasarkan hak cipta.
Jika bocoran ini terbukti asli, ini menjadi kebocoran besar kedua yang dialami GTA 6. Sebelumnya, pada tahun 2022, puluhan video gameplay juga sempat bocor dan menjadi salah satu insiden peretasan terbesar dalam sejarah industri game. Insiden ini kembali menegaskan tantangan keamanan yang dihadapi pengembang besar di era digital saat ini.