BLORA — Kondisi tanah kering dan minim hujan sepanjang musim kemarau tahun ini membuat tanaman tembakau di Kabupaten Blora tumbuh optimal. Para petani menilai kualitas daun yang dihasilkan lebih menjanjikan dibandingkan musim tanam sebelumnya, sehingga nilai jualnya pun ikut meningkat.
Rusiyono, petani di Desa Gedangdowo, Kecamatan Jepon, menjadi salah satu yang merasakan langsung dampak positif tersebut. Ia mengaku sengaja memilih menanam tembakau ketimbang komoditas lain seperti jagung karena perawatannya dinilai lebih mudah dan hasilnya lebih menguntungkan.
Menurut Rusiyono, tanaman tembakau memiliki siklus yang relatif singkat. Dari proses penanaman hingga masa panen, petani hanya perlu menunggu sekitar 80 hari.
"Kalau tembakau ini perawatannya relatif mudah. Dari mulai tanam sampai panen sekitar 80 hari. Dalam satu kali tanam juga bisa dipanen sampai empat kali," ujar Rusiyono.
Keuntungan lain, tanaman ini tidak membutuhkan pupuk kimia dalam jumlah besar. Perawatan utama lebih difokuskan pada kecukupan air, terutama saat sore hari.
Rusiyono bersama anggota keluarganya secara rutin menyirami tanaman tembakau menjelang sore. Perawatan ini dilakukan untuk menjaga pertumbuhan tanaman hingga memasuki masa panen.
Dengan perawatan yang konsisten, kualitas daun tembakau yang dihasilkan pun terjaga. Hasil panen nantinya akan disetorkan kepada salah satu perusahaan swasta yang berlokasi di Kabupaten Rembang.
Bagi Rusiyono, tembakau menjadi pilihan strategis untuk mengisi lahan pertanian di musim kemarau. Selain masa tanam yang singkat, potensi panen berulang dalam satu musim memberikan kepastian pendapatan bagi keluarganya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa musim kemarau tidak selalu identik dengan kegagalan panen. Justru bagi petani tembakau di Blora, cuaca panas menjadi momentum untuk meningkatkan pendapatan.
Dengan kualitas daun yang dinilai bagus dan harga jual yang menjanjikan, para petani berharap hasil tembakau tahun ini mampu memberikan keuntungan maksimal. Kondisi ini diharapkan bisa terus berlanjut hingga akhir musim tanam. (*)