PATI — Musim kemarau justru menjadi berkah bagi petani bawang merah di Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati. Hasil panen kali ini dinilai memuaskan, dengan produktivitas yang optimal dan kualitas umbi yang lebih baik dibanding musim tanam sebelumnya.
Kusno, petani di Desa Sumberarum, mengaku total panennya mencapai 4 ton dari lahan seluas 4.000 meter persegi. Jumlah tersebut didapat dari modal awal bibit sebanyak 2,5 kuintal, sebuah rasio hasil yang cukup signifikan untuk komoditas hortikultura.
"Panen ini dilakukan saat usia tanaman memasuki 65 hari. Saya mulai menanam sejak Juni lalu dan hari ini seluruhnya selesai dipanen untuk kemudian dijual ke tengkulak," ujar Kusno di sela-sela aktivitas panennya.
Keunggulan Lahan Tadah Hujan dan Varietas Unggulan
Endrawati, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Jaken, menjelaskan bahwa karakteristik lahan tadah hujan di wilayahnya justru menjadi nilai tambah bagi kualitas bawang merah. Warna umbi yang dihasilkan lebih pekat, aroma lebih tajam, dan rasa yang lebih gurih dibanding daerah lain.
Puluhan kelompok tani di Kecamatan Jaken kini aktif membudidayakan dua varietas utama, yakni Tajuk (Thailand) dan Bauji. Varietas Tajuk menjadi pilihan prioritas petani saat memasuki musim kemarau karena adaptasinya yang baik terhadap kondisi cuaca.
"Pada musim tanam ini, gangguan hama tergolong minim sehingga pembentukan umbi sangat optimal, berukuran besar, dan bobotnya ideal," kata Endra.
Modernisasi Budidaya dan Efisiensi Irigasi
Teknik budidaya petani setempat kini semakin modern. Penggunaan plastik mulsa untuk menekan pertumbuhan gulma dan menjaga kelembapan tanah mulai diterapkan secara luas. Sistem irigasi pun telah beralih ke pompa sumur dangkal dengan jaringan selang yang lebih efisien dalam pendistribusian air.
Meskipun masa tanam antarwilayah di Kecamatan Jaken tidak berlangsung serentak, ketersediaan pasokan air irigasi dipastikan mencukupi kebutuhan tanaman hingga akhir musim tanam.
Fluktuasi Harga di Tingkat Petani
Adapun untuk harga jual, saat ini petani melepas bawang merah pada kisaran Rp 18.000 hingga Rp 20.000 per kilogram. Sementara di tingkat pedagang pengumpul, harga dipatok sekitar Rp 20.000 hingga Rp 22.000 per kilogram.
Angka ini mengalami penyesuaian dibanding periode sebelumnya yang sempat menyentuh level lebih tinggi, yakni Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per kilogram di tingkat petani. Normalisasi harga tersebut sejalan dengan meningkatnya pasokan dari sejumlah sentra produksi lain di Jawa Tengah.