JAWA TENGAH — Belakangan ini, ube atau purple yam sering muncul di berbagai menu kekinian, mulai dari donat, es krim, hingga minuman kekinian. Warnanya yang ungu pekat memang cantik dan bikin penasaran. Namun, tahukah Ibu kalau ube dan ubi ungu yang biasa kita konsumsi ternyata berasal dari keluarga yang berbeda?
Secara taksonomi, ube (Dioscorea alata) adalah jenis umbi-umbian merambat dari suku Dioscoreaceae. Sementara itu, ubi ungu (Ipomoea batatas) merupakan varietas ubi jalar dari suku Convolvulaceae.
Meski berbeda spesies, keduanya sama-sama menghasilkan warna ungu yang menarik perhatian. Hal inilah yang sering membuat orang awam mengira keduanya adalah tanaman yang sama.
Pernahkah Ibu bertanya-tanya, mengapa dua tanaman yang berbeda bisa punya warna yang serupa? Prof. Agung Karuniawan, Ahli Plant Breeding dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, menjelaskan bahwa warna ungu pada tanaman muncul karena faktor genetik masing-masing varietas. Kuncinya ada pada pigmen alami bernama antosianin.
Antosianin adalah pigmen yang memberi warna ungu, merah, dan biru pada buah, daun, serta bunga. Selain mempercantik tampilan, senyawa ini juga berperan sebagai antioksidan yang bermanfaat menangkal radikal bebas dalam tubuh.
Lingkungan memang berperan, tapi bukan penentu utama. Menurut Prof. Agung, warna ungu pekat tidak muncul hanya karena tanah tertentu. Lingkungan justru berfungsi untuk menentukan seberapa kuat warna tersebut diekspresikan.
"Lingkungan tetap dapat memengaruhi intensitas ekspresi warna, karena pembentukan dan akumulasi antosianin dipengaruhi kondisi fisiologis tanaman: cahaya, suhu, ketersediaan air, dan kondisi nutrisi," ungkapnya kepada detikcom, Kamis (20/8/2026).
Cahaya dan suhu mendorong sintesis pigmen, sementara air dan nutrisi menjaga kondisi tanaman tetap optimal. Namun, jika tidak ada bakat genetik untuk memproduksi antosianin, tanah sesubur apa pun tidak akan mengubah umbi putih menjadi ungu pekat.
Keragaman genetik pada ube ternyata cukup besar. Warna daging umbinya tidak selalu ungu pekat, lho. "Pada Dioscorea alata sendiri terdapat keragaman genetik yang cukup besar, termasuk perbedaan warna daging umbi dari putih, krem, hingga ungu," jelas Prof. Agung.
Ini membuktikan bahwa pembentukan warna sepenuhnya diatur oleh instruksi genetik dari varietasnya. Jadi, lain kali Ibu melihat camilan ungu cantik, sudah tahu kan alasan ilmiah di balik warnanya?
Baik ube maupun ubi ungu sama-sama punya keunggulan dan cita rasa khasnya masing-masing. Yang terpenting, keduanya sama-sama menyehatkan dan bisa jadi variasi menu camilan keluarga di rumah.