REMBANG — Proses pemadaman api di kandang ayam milik Sutrini (55) di Dukuh Ngumpleng, Desa Waru, Kecamatan Rembang, berlangsung sekitar empat jam. Tim pemadam kebakaran baru berhasil mengendalikan situasi setelah tumpukan sekam padi yang ikut terbakar berhasil dipadamkan.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, Emanuel Risangsoko, melalui Sekretaris Dinas BPBD Rembang M. Luthfi Hakim menyebut laporan pertama diterima petugas pada pukul 03.45 WIB. "Petugas langsung menuju lokasi pada pukul 03.48 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 04.04 WIB," katanya.
Berdasarkan laporan awal di lapangan, api diduga berasal dari korsleting listrik pada blower di dalam kandang. "Penyebab sementara diduga korsleting listrik dari blower," ungkap Luthfi.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi para peternak akan bahaya instalasi listrik yang tidak terawat. Peralatan penunjang kandang seperti blower yang beroperasi non-stop memang rawan memicu percikan api jika terjadi gangguan arus pendek.
Dampak kebakaran ini sangat besar bagi pemilik kandang. Selain kehilangan puluhan ribu ekor ayam yang siap panen dalam beberapa pekan, bangunan kandang juga ludes dilalap si jago merah. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 2,5 miliar.
Untuk menjinakkan api, BPBD mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran, tiga unit tangki suplai Damkar, serta satu unit tangki suplai BPBD. Tandon air dengan kapasitas 105.000 liter juga disiagakan di lokasi kejadian untuk memastikan pasokan air tidak terputus selama proses pemadaman.
Setelah api berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.58 WIB, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Tim melakukan pengecekan dan penyisiran menyeluruh di area kandang untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Penanganan kebakaran ini melibatkan personel Bidang Damkar BPBD, Tim Reaksi Cepat (TRC) Bidang KLRR BPBD, serta penyuluh lapangan PT CIO MAS ADI SATWA (Japfa Group) dan sejumlah karyawan di lokasi.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat, khususnya pengelola peternakan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik dan peralatan penunjang kandang. Pengecekan berkala pada blower dan sistem kelistrikan dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.