DEMAK — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 45 UPGRIS Berdampak menanam enam jenis tanaman obat di area Puskesmas Candisari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Rabu (26/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00–17.00 WIB ini memanfaatkan lahan kosong yang selama ini tidak terpakai di lingkungan fasilitas kesehatan tersebut.
Jenis tanaman yang ditanam meliputi temulawak, lidah buaya, daun mint, serai, kumis kucing, dan bunga telang. Pemilihan jenis tersebut mempertimbangkan kemudahan perawatan serta manfaat kesehatan yang sudah dikenal luas masyarakat.
Menghidupkan Kembali Tanaman Obat Alami
Perwakilan mahasiswa KKN 45 UPGRIS, Tegar, mengatakan program ini lahir dari keprihatinan terhadap menurunnya pemanfaatan tanaman obat alami di tengah masyarakat. Menurutnya, jenis-jenis tanaman yang dipilih tidak membutuhkan perawatan intensif dan bisa tumbuh di lahan terbatas.
"Kami memilih jenis tanaman seperti temulawak, lidah buaya, hingga bunga telang karena perawatannya cukup mudah dan memiliki manfaat kesehatan. Harapannya, taman TOGA di puskesmas ini bisa menjadi sarana edukasi hijau bagi pasien maupun warga Desa Candisari yang berkunjung," ujar Tegar.
Apresiasi dari Pihak Puskesmas
Inisiatif mahasiswa tersebut mendapat sambutan positif dari pengelola Puskesmas Candisari. Perwakilan puskesmas, Tutik, menilai kehadiran taman TOGA tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga memberi contoh nyata bagi warga tentang pentingnya kemandirian obat keluarga.
"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas aksi nyata adik-adik mahasiswa KKN UPGRIS. Penanaman TOGA ini tidak hanya mempercantik area puskesmas, tetapi juga menjadi contoh langsung bagi masyarakat mengenai pentingnya memiliki tanaman obat mandiri di lingkungan sekitar," kata Tutik.
Target Keberlanjutan Program
Melalui kegiatan ini, KKN 45 UPGRIS Berdampak berharap taman TOGA di Puskesmas Candisari dapat dirawat secara berkelanjutan. Keberadaan taman ini dirancang sebagai media edukasi hijau yang bisa dimanfaatkan pasien maupun warga Desa Candisari yang berkunjung ke puskesmas.
Dengan adanya taman TOGA ini, warga yang datang berobat sekaligus bisa mengenal berbagai jenis tanaman herbal beserta manfaatnya secara langsung. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung layanan kesehatan berbasis lingkungan di tingkat desa.