KENDAL — Kesadaran akan pentingnya keamanan pangan tidak hanya bergantung pada kualitas bahan baku, tetapi juga cara pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian. Hal inilah yang coba ditanamkan mahasiswa KKN Undip kepada para pelaku usaha kuliner di Desa Kangkung, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, melalui program bertajuk “Edukasi Penerapan Higiene dan Sanitasi Pangan untuk Mendukung Keamanan Pangan pada UMKM Pangan Desa Kangkung”.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Angkringan Teras dan Warung Makan Lek Salim tersebut, para mahasiswa tidak hanya memberikan materi, tetapi juga menyerahkan poster informatif yang berisi panduan praktik kebersihan. Poster itu mencakup tata cara menjaga kebersihan diri dan peralatan, proses pengolahan yang benar, hingga metode penyimpanan makanan yang tepat.
Pengingat Visual untuk Kebersihan Usaha Kuliner
Pemilik Angkringan Teras, Nazid, yang juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna, mengaku materi yang disampaikan menjadi pengingat penting bagi para pelaku usaha. Menurutnya, kebersihan adalah aspek krusial yang kerap terlupakan saat operasional warung berjalan.
“Kebersihan dalam usaha makanan itu sangat penting. Poster ini bisa menjadi pengingat bagi kami untuk lebih memperhatikan kebersihan, mulai dari proses pengolahan sampai makanan disajikan kepada pelanggan,” ujar Nazid.
Senada dengan Nazid, Mbak Mus selaku pemilik Warung Makan Lek Salim menekankan bahwa kebersihan harus diperhatikan di setiap tahapan, bukan hanya soal tampilan fisik tempat usaha. “Menjaga kebersihan bukan hanya membuat tempat usaha terlihat bersih, tetapi juga bagaimana makanan diolah, disimpan, dan disajikan dengan baik. Edukasi seperti ini membantu kami untuk lebih memperhatikan hal-hal tersebut dalam kegiatan sehari-hari,” ungkapnya.
Dukungan Nyata bagi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Program yang digagas mahasiswa KKN ini tidak sekadar seremonial. Dengan menyasar pelaku UMKM yang berhubungan langsung dengan produk konsumsi masyarakat, kegiatan ini menjadi intervensi nyata untuk meningkatkan kualitas pangan lokal.
Para mahasiswa juga menjelaskan secara komunikatif setiap poin yang ada di poster agar mudah dipahami dan langsung bisa diterapkan sesuai kapasitas masing-masing usaha. Pendekatan ini diharapkan membuat edukasi tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi menjadi kebiasaan konsisten dalam aktivitas sehari-hari.
Lebih jauh, inisiatif ini turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Selain itu, penguatan praktik usaha yang aman dan berkelanjutan ini juga sejalan dengan SDG 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Dengan meningkatnya kesadaran pelaku UMKM terhadap higiene, kualitas usaha kuliner di Desa Kangkung diharapkan terus berkembang. Pada akhirnya, hal ini akan berdampak langsung pada meningkatnya rasa aman dan kepercayaan masyarakat sebagai konsumen.