KENDAL — Kesadaran warga terhadap bahaya kebakaran di Desa Karanganyar terus didorong. Kali ini, mahasiswa KKN UPGRIS "Berdampak" menggandeng warga Dusun Krajan untuk memahami langkah pencegahan dan penyelamatan diri saat terjadi kebakaran.
Sosialisasi yang berlangsung di Mushola Nurul Huda itu menyasar ibu-ibu dan bapak-bapak yang baru saja menuntaskan pengajian rutin. Topik yang diangkat meliputi penyebab umum kebakaran hingga prosedur evakuasi mandiri.
Korsleting Listrik dan Kebocoran Gas Jadi Fokus Utama
Kepala Desa Karanganyar, Amin Arifandi, menegaskan bahwa kebakaran merupakan salah satu risiko bencana yang paling perlu diwaspadai masyarakat desanya. Ia menyebut edukasi semacam ini sangat dibutuhkan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Kalau di sini yang perlu diperhatikan itu bencana kebakaran. Karena itu, edukasi tentang cara mencegah kebakaran sangat diperlukan,” ujarnya.
Dalam paparannya, para mahasiswa merinci sejumlah pemicu kebakaran yang kerap terjadi di permukiman padat penduduk. Mulai dari korsleting listrik akibat instalasi yang tidak standar, kebocoran gas elpiji, hingga kelalaian penggunaan peralatan elektronik dan sumber api.
Warga Dibekali Panduan Evakuasi dan Kontak Darurat
Tidak hanya teori pencegahan, warga juga mendapat panduan praktis ketika api mulai membesar. Instruksi yang diberikan menekankan pada pengendalian diri, keselamatan keluarga, dan koordinasi dengan warga sekitar.
“Tetap tenang, selamatkan diri dan keluarga, lalu minta bantuan warga. Jika api tidak bisa dikendalikan, segera hubungi pemadam kebakaran,” demikian pesan yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut.
Sebagai pengingat, mahasiswa membagikan brosur berisi langkah-langkah pencegahan dan penyelamatan. Materi tersebut diharapkan bisa menjadi panduan praktis yang mudah diakses warga kapan saja.
Kejadian Sebelumnya Jadi Pelajaran Berharga
Salah seorang warga, Mila, mengaku sosialisasi ini sangat membantu. Ia menilai materi yang diberikan relevan dengan pengalaman pahit yang pernah dialami lingkungannya.
“Adanya sosialisasi ini membantu warga lebih memahami cara mencegah kebakaran. Kejadian sebelumnya menjadi pelajaran agar kita lebih berhati-hati,” katanya.
Melalui program kerja KKN ini, para mahasiswa berharap pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada forum sosialisasi saja. Target utamanya adalah perubahan perilaku sehari-hari warga agar risiko kebakaran di Desa Karanganyar bisa ditekan seminimal mungkin.