KENDAL — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) menerbitkan booklet panduan pengelolaan usaha bagi pelaku UMKM di Desa Karangdowo, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal. Langkah ini diambil untuk menjawab persoalan mendasar yang selama ini menghambat perkembangan usaha mikro di desa tersebut.
Booklet berjudul "Pengembangan & Penguatan UMKM Desa Karangdowo: Bersama UMKM, Membangun Desa, Menguatkan Ekonomi, Mewujudkan Kemandirian" itu dirancang sebagai panduan praktis. Isinya mencakup pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, hingga cara meningkatkan kualitas produk.
Modal Habis untuk Kebutuhan Rumah Tangga
Desa Karangdowo sebenarnya memiliki potensi ekonomi yang beragam. Sektor kuliner, perdagangan, dan industri skala kecil tumbuh di tengah masyarakat. Namun, sejumlah pelaku usaha masih terjebak pada masalah operasional dan pengembangan bisnis.
"Secara umum tantangan utamanya ada pada modal. Terkadang barang habis, modal juga habis untuk kebutuhan anak, sekolah, rumah tangga, dan lainnya," kata Rusdianto, salah satu pegawai desa setempat.
Persoalan lain yang ditemukan di lapangan adalah pencatatan keuangan yang belum optimal. Banyak pelaku usaha tidak memisahkan uang pribadi dengan uang usaha, sehingga sulit mengetahui keuntungan bersih yang diperoleh.
Kemasan dan Digitalisasi Jadi Pekerjaan Rumah
Keterbatasan juga terlihat dari cara pelaku UMKM menampilkan produknya. Kemasan yang kurang menarik dan standarisasi kualitas yang belum konsisten membuat produk kesulitan bersaing, terutama jika ingin menembus pasar yang lebih luas.
Strategi promosi dan pemanfaatan media digital juga menjadi catatan penting. Sebagian besar pelaku usaha belum optimal menggunakan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar, padahal potensi pembeli dari luar daerah cukup besar.
Melalui booklet ini, mahasiswa KKN Undip berupaya memberikan solusi yang bisa langsung dipraktikkan. Panduan disusun dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh pelaku UMKM dengan latar belakang pendidikan yang beragam.
Program ini menjadi salah satu langkah mahasiswa KKN dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal. Dengan pengelolaan yang lebih terarah, diharapkan usaha mikro di Karangdowo bisa tumbuh lebih stabil dan berdampak pada kemandirian ekonomi warga.