Film Lobang Buaya Tayang 1 Oktober 2026, Horor Sejarah Karya Hanung Bramantyo

Penulis: Hendra Wijaya  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:21:01 WIB
Suasana konferensi pers perilisan teaser dan poster perdana film Lobang Buaya di Jawa Tengah, Selasa (14/1/2026).

JAWA TENGAH — Adhya Pictures bersama Dapur Films merilis teaser dan poster perdana Lobang Buaya sebagai penanda dimulainya promosi film ini. Berbeda dari film sejarah pada umumnya, Hanung Bramantyo memilih pendekatan genre horor untuk mengangkat peristiwa kelam yang terjadi di Indonesia.

Horor Sebagai Cermin Ketakutan Kolektif

Hanung Bramantyo menjelaskan bahwa pemilihan genre horor bukan tanpa alasan. Menurutnya, genre ini lahir dari rasa takut kolektif masyarakat ketika mengingat tragedi sejarah tersebut. Horor dalam film ini tidak sekadar menampilkan adegan menakutkan, tetapi juga menjadi refleksi atas persoalan kekuasaan dan korupsi yang melatari peristiwa itu.

Cerita Lobang Buaya berlatar tahun 1964, setahun sebelum peristiwa 1965. Film ini berfokus pada teror pembunuhan berantai yang melanda Desa Lobang Buaya, dengan rangkaian kejadian misterius yang selalu terjadi setiap tanggal 30.

Misteri Pembunuhan Berantai dan Tokoh Letnan Soegeng

Baskara Mahendra berperan sebagai Letnan Soegeng, tokoh yang berusaha membongkar dalang di balik pembunuhan berantai tersebut. "Lewat film ini, kalian akan mengikuti setiap langkah Soegeng untuk mencari dalang di balik misteri pembunuhan berantai ini," kata Baskara dalam keterangan resminya.

Film ini juga dibintangi sejumlah aktor dan aktris ternama, di antaranya Carissa Perusset, Iskak Khivano, Anya Zen, dan aktor senior Mathias Muchus. Deretan nama tersebut melengkapi proyek yang sudah menarik perhatian festival internasional sejak awal.

Jejak Internasional di BIFAN dan IFFR

Sebelum menyapa penonton tanah air, Lobang Buaya telah lebih dulu menembus panggung internasional. Film ini diputar di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026 di Korea Selatan serta International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026 di Belanda. Kedua festival tersebut dikenal sebagai platform penting bagi film-film bergenre dan karya independen dari seluruh dunia.

Dengan penayangan perdana di dua festival bergengsi tersebut, Lobang Buaya membawa nama Indonesia ke kancah perfilman global. Langkah ini sejalan dengan tren film horor Indonesia yang semakin diakui di pasar internasional dalam beberapa tahun terakhir.

Penayangan serentak di bioskop Indonesia pada 1 Oktober 2026 akan menjadi ujian sesungguhnya bagi film ini untuk menarik minat penonton lokal. Penggarapan sejarah dengan balutan horor menjadi daya tarik tersendiri yang membedakan film ini dari judul-judul lain di kelasnya.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top