SEMARANG — Puncak musim kemarau 2026 yang memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Indonesia mendapat respons cepat dari sektor swasta. Tempo Scan Group menggelar program bantuan air bersih nasional yang menargetkan 40 titik prioritas di Pulau Jawa dan Sumatera.
Penyaluran 640.000 liter air bersih tersebut menyasar lima provinsi: Sumatera Selatan, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Distribusi dilakukan berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Mengapa Bantuan Air Bersih Menjadi Krusial di 2026?
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 535 Zona Musim (ZOM) atau 76,5 persen wilayah daratan Indonesia telah mengalami puncak kemarau pada Dasarian I Agustus 2026. Sebanyak 169 ZOM lainnya baru memasuki puncak kemarau pada September.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait penurunan ketersediaan air tanah di Sumatera dan sejumlah wilayah Pulau Jawa yang masuk kategori "Awas" dan "Waspada". Kondisi ini memaksa warga mencari sumber air alternatif untuk kebutuhan minum, memasak, hingga menjaga kebersihan keluarga.
Dukungan untuk Prabumulih dan Bantul
Salah satu wilayah penerima manfaat adalah Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Wali Kota Prabumulih H. Arlan menyampaikan apresiasi atas respons cepat perusahaan terhadap dampak kemarau ekstrem di wilayahnya.
"Bantuan ini menjadi langkah nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Pemerintah Kota Prabumulih dan masyarakat mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Tempo Scan Group atas kepedulian yang diberikan melalui program bantuan air bersih ini," ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penanganan kekeringan yang berkepanjangan. "Dukungan dan respons yang tepat di lapangan menjadi penting agar kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani," katanya.
Komitmen Korporasi di Usia Lebih dari Tujuh Dekade
Deputy Managing Director CCHC PT Tempo Scan Pacific Tbk Winny Yunitawati menegaskan program ini merupakan wujud tanggung jawab perusahaan yang telah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia selama lebih dari tujuh dekade.
"Sebagai perusahaan 100% Indonesia yang telah dipercaya selama lebih dari tujuh dekade, kami melihat bahwa menjadi bagian dari masyarakat Indonesia berarti turut hadir ketika kebutuhan mendasar menjadi semakin sulit dipenuhi," jelas Winny.
Program ini sejalan dengan nilai perusahaan, yakni Bertanggung Jawab (Responsibility) dan Bermanfaat (Usefulness). Keterbatasan air bersih tidak hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup masyarakat.