SUMOWONO — Semangat kemerdekaan di usianya yang ke-81 menjadi momentum bagi BRI untuk menunjukkan kontribusi nyata di tingkat akar rumput. Regional CEO BRI Regional Office Semarang, Bernadi Kurniawan, mengungkapkan bahwa program Desa BRILiaN yang menyentuh 62 desa di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini bukan sekadar proyek sosial. Lebih dari itu, desa-desa tersebut didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis pada potensi lokal.
Data yang disampaikan BRI menunjukkan kurva pertumbuhan yang curam. Pada 2024, jumlah desa binaan masih tercatat 18 desa. Setahun kemudian, angkanya nyaris dua kali lipat menjadi 33 desa di 2025, dan kini mencapai 62 desa pada 2026.
Angka tersebut menjadi bukti nyata bahwa strategi pemberdayaan yang dijalankan BRI tidak berhenti pada seremoni. Program ini berfokus pada penguatan kapasitas desa agar mampu mandiri secara ekonomi dan tidak bergantung pada pendampingan yang bersifat sementara.
Perayaan di Sumowono tersebut berlangsung meriah dan melibatkan banyak elemen masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Alun-Alun Sumowono ini menjadi ajang mempererat kolaborasi antara BRI dengan Pemerintah Kabupaten Semarang, hingga aparat keamanan setempat.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, Anggota DPRD Kabupaten Semarang Handika Gusni Rahmulya, Camat Sumowono Agung Heru Suryono, Kapolsek Sumowono AKP Kuseni, serta Danramil 10/Sumowono Lettu Arm Deni Rusmawan. Kehadiran para pejabat ini menegaskan sinergi lintas sektor dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Bernadi menekankan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan wujud implementasi semangat kemerdekaan yang kontekstual. Menurutnya, kemerdekaan dimaknai sebagai energi untuk membangun kolaborasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bagi BRI, semangat kemerdekaan diwujudkan dengan memperkuat kebanggaan sebagai Insan BRILiaN, membangun kolaborasi, serta terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima.
Berbagai aktivitas padat acara digelar untuk menghidupkan ekonomi lokal. Panggung hiburan, lomba kemerdekaan, hingga pameran UMKM BRILiaN disiapkan bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang promosi bagi produk-produk unggulan warga Sumowono dan sekitarnya (BRI Peduli Activity).
Di tengah kemeriahan, BRI juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah bencana yang menimpa sejumlah wilayah Indonesia. Bernadi mengajak seluruh pihak untuk memperkuat solidaritas terhadap para korban.
“Doa dan simpati kami menyertai seluruh masyarakat yang terdampak, semoga diberikan kekuatan dan proses pemulihan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Mari jadikan semangat kemerdekaan sebagai energi untuk terus bersatu, saling menguatkan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.” Pesan ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga bermakna kepedulian terhadap sesama di masa sulit, sekaligus menutup rangkaian acara dengan pesan persatuan yang kuat (Dirgahayu Republik Indonesia ke-81).