JAKARTA — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat potensi investasi senilai Rp19,07 triliun dari gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring berlangsungnya pertemuan lanjutan antara pelaku usaha dan calon investor.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menyebut forum ini diikuti sekitar 400 peserta. Mereka terdiri dari perwakilan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, asosiasi, BUMD, BUMN, perbankan, serta calon investor dari dalam dan luar negeri.
Investasi Rp8,75 Triliun untuk Industri Pangan Halal
Dari total potensi tersebut, sejumlah Letter of Intent (LoI) telah ditandatangani. Komitmen terbesar datang dari PT Fayyad Industri Pangan Halal Terhubung dengan rencana investasi mencapai Rp8,75 triliun.
Selain itu, terdapat komitmen dari PT Hyrecmas Garam Nusantara senilai Rp681,84 miliar, PT Cipta Kreasi Wisata Rp200 miliar, dan PT Hailex Technology Indonesia Rp175 miliar.
Pabrik Ban China Masuk KEK Batang
Investasi asing juga mencatatkan angka signifikan. PT Yosun Tire and Rubber Indonesia, perusahaan asal China, berkomitmen menanamkan modal senilai Rp4 triliun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, forum ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat ekosistem investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.
Strategi Pemerintah: Izin Dipermudah, Lahan Disiapkan
"Tugas kami adalah mempermudah izin, menyiapkan lahan, menjaga keamanan, serta menjamin kepastian agar pertumbuhan ekonomi dan bisnis berkembang di Jawa Tengah," ujar Luthfi.
Ia menambahkan, setiap kabupaten dan kota di Jawa Tengah memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, strategi investasi perlu disesuaikan dengan karakter dan keunggulan masing-masing daerah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap investasi tidak hanya terkonsentrasi di pusat-pusat ekonomi tertentu, tetapi juga mampu menciptakan pusat pertumbuhan baru di berbagai wilayah. Hasil pertemuan dalam forum ini akan ditindaklanjuti melalui pendampingan investasi oleh pemerintah daerah.