JAKARTA — Kabar gembira datang dari sektor industri Jawa Tengah. Dalam forum bisnis Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 yang digelar di Jakarta, Provinsi Jawa Tengah mencatatkan potensi investasi fantastis mencapai Rp 19,07 triliun. Salah satu penyumbang terbesarnya adalah komitmen dari PT Yosun Tire and Rubber Indonesia di KEK Industropolis Batang.
General Manager PT Yosun Tire and Rubber Indonesia, Weng Jisheng, menegaskan bahwa pihaknya melihat posisi Indonesia sangat strategis untuk pengembangan bisnis. Kawasan industri di Batang dinilai memiliki lokasi yang tepat untuk mendukung pasar ekspor perusahaan.
"Kami melihat KEK Industropolis Batang memiliki lokasi yang strategis serta ekosistem industri yang terus berkembang. Kami percaya Batang dapat menjadi basis yang tepat untuk mendukung pengembangan bisnis kami, termasuk untuk pasar ekspor," tegasnya dalam keterangan resmi, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Ekosistem Terintegrasi Jadi Daya Tarik Utama
KEK Industropolis Batang bukan sekadar menyediakan lahan industri. Kawasan ini dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang menggabungkan fungsi manufaktur, logistik, komersial, hunian, hingga fasilitas pendukung lainnya dalam satu area. Infrastruktur kawasan, utilitas, dan konektivitas logistik menjadi bagian dari pengembangan untuk menciptakan lingkungan usaha yang efisien.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Angga Brahmana S, menekankan bahwa investasi tidak hanya soal kesiapan lahan. Pihaknya ingin memastikan investor mendapatkan dukungan berkelanjutan selama menjalankan usaha.
"Bagi kami, investasi bukan sekadar tentang kesiapan lahan. Yang lebih penting adalah memastikan investor mendapatkan ekosistem yang mendukung kegiatan industrinya secara berkelanjutan mulai dari infrastruktur, konektivitas, hingga dukungan selama menjalankan usaha," ujar Bram.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Provinsi
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan pemerintah daerah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang memberikan kemudahan dan kepastian bagi dunia usaha. Komitmen ini menjadi kunci untuk menarik lebih banyak investor ke wilayahnya.
"Tugas kami adalah mempermudah izin, menyiapkan lahan, menjaga keamanan, serta menjamin kepastian agar pertumbuhan ekonomi dan bisnis berkembang di Jawa Tengah," tukasnya.
Pemprov Jateng berharap investasi yang masuk tidak hanya berhenti pada angka. Manfaat yang lebih luas diharapkan mengalir ke masyarakat, mulai dari terbukanya lapangan kerja, penguatan rantai pasok, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga peluang kemitraan bagi pelaku usaha lokal.
Fasilitas Lengkap untuk Kebutuhan Investor
Untuk menjawab kebutuhan investasi yang beragam, KEK Industropolis Batang menyediakan beberapa pilihan produk kawasan. Investor dapat memilih Industrial Land untuk lahan siap bangun, atau Bangun Pabrik Siap Pakai (BPSP) untuk memulai operasional lebih cepat. Tersedia juga Modern Warehouse untuk kegiatan logistik dan penyimpanan, serta Commercial Land, Commercial Space, dan Residential.
Dari sisi konektivitas, kawasan ini memiliki akses langsung menuju Jalan Tol Trans-Jawa dan terhubung dengan jalur nasional Pantura. Dukungan akses kereta api dan fasilitas pelabuhan juga melengkapi ekosistem logistik di kawasan tersebut, menjadikannya pilihan strategis bagi industri berorientasi ekspor.