SRAGEN — Ajang tahunan festival layang-layang besutan PT BPR Bank Djoko Tingkir (Perseroda) Kabupaten Sragen kembali bergulir. Pterosarus Kite Competition Part 2 dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus 2026 sebagai puncak perayaan HUT ke-34 perusahaan.
Direktur Utama PT BPR Bank Djoko Tingkir Perseroda, Titon Darmasto, S.H., M.M., menyebut kompetisi ini bukan sekadar atraksi hiburan udara. Bank ingin mengangkat kembali memori peradaban purba yang melekat pada Kabupaten Sragen, kawasan yang dikenal dengan julukan “The Land of Java Man”.
“Festival ini merupakan agenda rutin tahunan kami dalam rangka menyemarakkan HUT Bank Joko Tingkir Perseroda ke-34. Melalui Pterosarus Kite Competition, kami ingin mengangkat kembali memori peradaban purba di Kabupaten Sragen sebagai salah satu kawasan bersejarah dunia dengan tagline ‘The Land of Java Man’,” ujar Titon.
Ide besar festival ini mulai dirancang sejak tahun lalu. Pada gelaran perdana 2025, panitia mengusung tema yang murni bernuansa peradaban kuno. Memasuki tahun kedua, konsep itu diperkaya dengan modernisasi.
Ketua panitia acara, Jarot Agus Samrinugroho, mengatakan tahun ini panitia sengaja memadukan warisan budaya purba dengan sentuhan modern.
“Tahun ini kami memadukan warisan budaya purba dengan sentuhan modern. Diharapkan nilai-nilai warisan sejarah mampu bersinergi dan berkolaborasi secara harmonis dengan kemajuan zaman saat ini,” ungkap Jarot.
Gelaran kedua ini tidak hanya menyedot perhatian warga lokal Sragen. Puluhan peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta dipastikan ambil bagian, mulai dari Kebumen, Klaten, Boyolali, Magelang, Kulon Progo, hingga Yogyakarta.
Peningkatan jumlah peserta itu menjadi sinyal bahwa festival layang-layang ini mulai dikenal lintas kabupaten. Dari sisi penyelenggaraan, ajang ini pun menjadi sarana promosi pariwisata dan identitas budaya Sragen ke khalayak yang lebih luas.
Selain menyuguhkan atraksi layang-layang kreatif di langit, panitia melibatkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Sebanyak 30 tenda UMKM binaan Bank Djoko Tingkir akan memenuhi area gelaran sepanjang acara berlangsung.
Langkah ini dinilai strategis. Sebab di balik kemeriahan festival, ada perputaran ekonomi yang menyentuh langsung pelaku usaha kecil di sekitar lokasi.
“Selain mempromosikan keberadaan warisan purba Kabupaten Sragen, momentum HUT ini kami manfaatkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pembinaan dan promosi UMKM binaan Bank Joko Tingkir,” jelas Jarot.
Respons positif dari masyarakat Sragen dan para pencinta layang-layang antarwilayah membuat manajemen Bank Djoko Tingkir berencana mempertahankan festival ini sebagai agenda tahunan. Rencana keberlanjutan itu sedang disiapkan untuk pelaksanaan Pterosarus Kite Competition berikutnya pada 2027.
Dengan skema yang sama, bank daerah ini berharap event HUT perusahaan tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi rakyat serta penjaga identitas sejarah Sragen di tengah arus modernisasi.