SLAWI — Rute Estafet Tunas Kelapa (ETK) Jateng 2026 di Kabupaten Tegal tahun ini punya keunikan tersendiri. Pasalnya, Kwarcab Tegal akan menerima batang kelapa dari dua arah berbeda pada hari yang sama, yakni dari Kwarcab Brebes dan Kwarcab Kota Tegal pada Senin, 7 September 2026.
Persiapan pun dilakukan lebih intensif. Bidang Humas Kwartir Cabang (Kwarcab) Tegal mulai menggelar latihan pasukan di lima Kwartir Ranting yang akan dilalui. Wakil Ketua Bidang Humas Nurhayati menyebut latihan itu mencakup tata barisan, kekompakan, hingga teknis pelaksanaan estafet di lapangan.
Nurkhasan, Sekretaris Bidang Humas Kwarcab Tegal, merinci titik awal penerimaan batang kelapa. Dari jalur barat, batang kelapa dari Kwarcab Brebes akan diserahterimakan sekitar pukul 11.00 WIB di Halaman Hotel Anggraeni, Jatibarang. Inspektur upacara pada titik ini adalah Bupati Tegal selaku Ketua Mabicab.
Sementara itu, dari arah utara, batang kelapa dari Kwarcab Kota Tegal akan tiba sekitar pukul 14.00 WIB di Kecamatan Dukuhturi. Titik ini akan diinspekturani oleh Ketua TP PKK Kabupaten Tegal selaku anggota Mabicab.
Setelah seremoni, pasukan dari jalur Kota Tegal mengakhiri perjalanan di Sanggar Pramuka Dukuhturi. Adapun pasukan dari jalur Brebes masih menempuh perjalanan sejauh dua etape atau 10 kilometer melewati Kwarran Dukuhwaru, Slawi, dan Pangkah sebelum akhirnya beristirahat di Sanggar Pramuka Pangkah.
Rangkaian tidak berhenti di siang hari. Pada malam harinya, dijadwalkan sarasehan di lokasi persemayaman Pangkah. Keesokan harinya, Selasa (8/9/2026), pasukan kembali bergerak menuju Kwarran Jatinegara.
Puncaknya, batang kelapa akan diserahterimakan kepada Kwartir Cabang Pemalang di Kalirambut, Jatinegara, untuk diteruskan ke Banyumas. Kota Banyumas sendiri akan menjadi tuan rumah puncak peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Jawa Tengah.
Di balik hiruk-pikuk estafet, kegiatan ini adalah napak tilas sejarah perjuangan Jenderal Soedirman. “Kilas balik perjuangan ini menjadi cara Pramuka meneladani semangat patriotisme para pejuang,” jelas Nurhayati.
Lebih dari sekadar seremonial, batang yang dibawa juga sarat makna. Tunas kelapa yang diarak akan disosialisasikan kepada masyarakat untuk ditanam. “Hampir semua bagian pohon kelapa memiliki manfaat, mulai dari akar hingga ujung daunnya,” paparnya.
Untuk memastikan kelancaran, setiap Kwarran yang dilalui menjalani latihan sebanyak tiga kali. Latihan tersebut dibina langsung oleh tim pelatih Pusdiklat Kwarcab Tegal bersama pengurus Kwartir Ranting setempat.