KARANGANYAR — Perjalanan Estafet Tunas Kelapa 2026 di Kabupaten Karanganyar berlangsung berbeda dari biasanya. Kwarcab Gerakan Pramuka setempat mengisi momen ini dengan aksi kepedulian sosial yang ditujukan langsung kepada masyarakat sekitar, sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan bagi generasi muda.
Puluhan anak yatim di Kecamatan Kebakkramat menerima santunan berupa perlengkapan sekolah, seperti seragam dan tas. Selain itu, warga yang hadir dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar di sela-sela rangkaian kegiatan.
Sebelum prosesi utama berlangsung, wilayah Kebakkramat lebih dulu menjadi lokasi perkemahan. Aktivitas ini menjadi titik awal dari rangkaian ETK yang tidak hanya berhenti pada perjalanan panji semata.
Menjauhkan Pramuka dari Kesan Seremonial
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Karanganyar, Kurniadi Maulato, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan manfaat nyata. Pihaknya ingin momentum Hari Pramuka tidak berhenti pada simbolisme perpindahan panji antarwilayah.
"Tujuan penyelenggaraan estafet Tunas Kelapa antara lain mempertahankan tradisi, kemudian membentuk generasi muda agar memiliki karakter disiplin, rela berkorban, cinta Tanah Air dan bangsa," kata Kurniadi.
Menurut dia, rangkaian kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan Gerakan Pramuka lebih dekat kepada publik di Karanganyar. Kehadiran rombongan di tengah masyarakat diharapkan mampu menunjukkan sisi aktif organisasi kepanduan ini.
Rute Perjalanan menuju Kota Surakarta
Prosesi serah terima panji dilakukan di Lapangan Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkramat. Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyerahkan langsung panji dan Tunas Kelapa kepada Kurniadi Maulato selaku Ketua Kwarcab Karanganyar.
Sebanyak 61 orang tergabung dalam rombongan ETK Kwarcab Karanganyar. Setelah menerima estafet dari Sragen, mereka langsung melanjutkan perjalanan ke etape berikutnya di wilayah Nangsri, Kebakkramat.
Di sepanjang jalur yang dilalui, para pelajar berdiri di tepi jalan memberikan semangat kepada rombongan pembawa panji. Dari Nangsri, rombongan dijadwalkan bergerak menuju Kampus II Institut Seni Indonesia (ISI) Solo di Mojosongo.
Jadwal Timbang Terima Panji di Mojosongo
Prosesi serah terima dari Karanganyar kepada Kwarcab Kota Surakarta dijadwalkan berlangsung di Mojosongo. Timbang terima ini menjadi penanda berakhirnya tugas Karanganyar sebagai pembawa panji ETK.
Setelah sampai di Kota Surakarta, Estafet Tunas Kelapa 2026 akan melanjutkan perjalanan melalui jalur antarkabupaten/kota menuju Banyumas. Rangkaian panjang ini ditargetkan rampung sebelum puncak peringatan Hari Pramuka tingkat Kwarcab pada 9 September 2026 di Banyumas.