WONOSOBO — Ratusan keluarga di lereng Sumbing bakal mendapat pelatihan usaha baru. Program percontohan ini menyasar pengolahan komoditas lokal seperti labu siam menjadi selai, pengeringan cabai, hingga pelatihan barista dan pengolahan produk kopi.
Nawal Arafah Yasin yang akrab disapa Ning Nawal mengatakan, pembentukan kelompok Kapulaga dilakukan dengan melihat potensi masing-masing daerah terlebih dahulu. Pendekatan ini dipilih agar pelatihan yang diberikan benar-benar sesuai dengan sumber daya lokal yang tersedia.
Desa Butuh Kidul menjadi lokasi pertama peluncuran program ini. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi dan pariwisata yang besar, ditandai dengan menjamurnya warung, kafe, dan angkringan di sepanjang Jalur Lingkar Sumbing.
“Pelatihan disesuaikan dengan potensi daerah. Peluncuran di Wonosobo ini menjadi proyek percontohan,” kata Ning Nawal dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Ia mencontohkan, banyak UMKM sukses yang berawal dari skala rumah tangga sebelum akhirnya mampu menembus pasar mancanegara. “Banyak UMKM sukses yang berawal dari skala rumah tangga, bahkan ada yang sudah ekspor ke 11 negara,” ujarnya.
TP PKK Jawa Tengah tidak berhenti pada pelatihan keterampilan. Ning Nawal menegaskan pihaknya menyiapkan pendampingan lanjutan agar produk yang dihasilkan berkembang menjadi usaha berkelanjutan.
Cakupan pendampingan meliputi fasilitasi permodalan, pemasaran, pengembangan produk, hingga pengurusan perizinan. Pemprov Jawa Tengah juga mendorong hilirisasi produk melalui akses pemasaran, perizinan edar, dan sertifikasi halal yang bekerja sama dengan BPJPH.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang turut hadir menyoroti masih adanya komunitas kopi di kawasan Jalisu yang belum mendapatkan pendampingan. Padahal, mereka berada di jalur wisata yang strategis.
“Tadi kami juga menyapa komunitas kopi yang ternyata belum tersentuh, padahal berada di jalur yang bagus,” kata Taj Yasin.
Ia mendorong pemerintah kecamatan, desa, dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) berkolaborasi mengembangkan kawasan tersebut. Menurutnya, aktivitas pariwisata harus berdampak langsung pada perekonomian warga.
Ketua TP PKK Wonosobo, Dyah Afif Nurhidayat, menambahkan program ini relevan dengan upaya penanganan kemiskinan melalui pendampingan UMKM. Peluncuran di Jalisu disebutnya sebagai bentuk gotong-royong pemerintah dan masyarakat.
Program Kapulaga ditargetkan meluas ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Saat ini provinsi tersebut memiliki sekitar 4,4 juta unit UMKM yang menjadi sasaran penguatan ekonomi berbasis keluarga.