WONOGIRI — Jajaran Lapas Kelas IIB Wonogiri dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri sepakat memperkuat kolaborasi dalam pembinaan warga binaan. Kesepakatan itu difokuskan pada pengembangan keterampilan produktif yang bisa menjadi bekal hidup setelah masa pidana berakhir.
Kepala Lapas Wonogiri, Prawira Hadiwidjojo, menegaskan bahwa pembinaan tidak lagi sekadar rutinitas harian di balik jeruji. Berbagai program keterampilan kini diarahkan agar warga binaan memiliki kemampuan nyata di sektor usaha.
Empat Bidang Keterampilan yang Dikembangkan di dalam Lapas
Lapas Wonogiri mengembangkan setidaknya empat bidang utama. Pertama, budidaya ayam petelur yang dikelola sebagai bagian dari program ketahanan pangan. Kedua, pertanian tanaman organik yang memanfaatkan lahan kosong di lingkungan lapas.
Ketiga, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang hasilnya sudah mulai terlihat. Keempat, pelatihan menjahit untuk membekali warga binaan dengan keterampilan tekstil.
“Kami ingin potensi warga binaan terus dikembangkan melalui pembinaan yang tepat, sehingga menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Prawira Hadiwidjojo.
Pemkab Janji Koordinasi OPD dan Pelatihan Pemasaran
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyambut baik inisiatif tersebut. Pemkab berjanji menghubungkan Lapas dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang relevan, seperti Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, serta instansi terkait kebudayaan dan pelatihan kerja.
Dukungan tidak berhenti pada sisi produksi. Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Wonogiri bakal dilibatkan untuk memberikan pelatihan teknis, termasuk materi pengemasan dan strategi pemasaran produk. Hal ini penting agar produk warga binaan memiliki daya saing ketika ditawarkan ke pasar.
Pemkab juga berencana memperkenalkan produk hasil karya warga binaan dalam berbagai kegiatan resmi pemerintah daerah. Dengan begitu, hasil pembinaan tidak hanya menjadi aktivitas tertutup di dalam lapas, tetapi menembus pasar yang lebih luas.
Sumur Air untuk Lapas dan Program Kejar Paket
Kolaborasi ini juga menyentuh kebutuhan infrastruktur dasar. Pemkab Wonogiri merencanakan pembangunan sumur air pada tahun mendatang untuk mendukung kebutuhan sehari-hari di lingkungan Lapas Kelas IIB.
Di sektor pendidikan, enam warga binaan saat ini tengah mengikuti program Kejar Paket yang difasilitasi Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Wonogiri. Program ini menjadi jalan bagi mereka yang ingin menuntaskan pendidikan dasar dan menengah selama menjalani masa pidana.
“Kami mengapresiasi dukungan Pemkab Wonogiri. Sinergi ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik,” pungkas Prawira.
Aspek keamanan pun menjadi perhatian bersama. Lapas Wonogiri akan berkoordinasi dengan Satpol PP dan Damkar Wonogiri untuk memperkuat mitigasi kebakaran serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di lingkungan lapas.
Rangkaian program tersebut menegaskan arah pembinaan Lapas Wonogiri yang makin menitikberatkan pada keterampilan, pendidikan, dan kemandirian. Harapannya, warga binaan tidak sekadar menyelesaikan masa hukuman, tetapi juga pulang membawa modal untuk membangun kehidupan baru. (Aris Arianto)