PATI — Sebanyak 11 halte baru akan dibangun di Kabupaten Pati sebagai bagian dari kesiapan daerah menyambut layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng koridor Jekuti. Koridor anyar ini nantinya akan melayani rute yang menghubungkan tiga kabupaten di pantura timur, yakni Jepara, Kudus, dan Pati.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati, Tony Romas Indriarsa, menyatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan Balai Trans Jateng terkait detail teknis pembukaan layanan tersebut. Instansinya kini tengah menyusun kebutuhan sarana pendukung, mulai dari penentuan rute, pembangunan halte, hingga penyediaan lahan parkir bus.
“Pemprov itu, dari Balai Trans Jateng juga, meminta kami untuk kesiapan dari komitmen dari pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Pati dalam rangka mendukung program Trans Jateng Jekuti,” jelas Tony.
Permintaan tersebut tidak main-main. Pemprov Jawa Tengah meminta kesiapan itu menjadi komitmen tertulis dari pemerintah daerah. Artinya, tanpa jaminan dukungan penuh dari Pemkab Pati, koridor Jekuti dikhawatirkan tidak akan berjalan mulus saat dioperasikan nanti.
Tony mengaku telah berkonsultasi dengan Penjabat (Pj) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengenai rencana ini. Ia menegaskan bahwa pembangunan halte dan penyediaan lahan parkir membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, sehingga perlu perencanaan matang.
“Kami baru berkoordinasi, konsultasi dengan Bu Sekda, Pak Bupati juga, berkaitan dengan kesiapan kita. Karena ini juga membutuhkan anggaran. Karena kita harus menyiapkan halte, lahan tempat nanti parkirnya bus Trans Jateng kalau pas di Pati. Nanti menyiapkan rute dan sebagainya,” terangnya.
Jumlah 11 halte tersebut disiapkan untuk mengantisipasi sistem operasional BRT yang hanya memperbolehkan penumpang naik dan turun di titik resmi. Berbeda dengan angkutan umum konvensional, bus Trans Jateng tidak akan berhenti di sembarang tempat.
“Kita sementara menyiapkan sekitar 11 halte. Jadi kalau Trans Jateng itu harus halte ke halte. Tidak bisa berhenti di sembarang tempat, dari halte ke halte. Dari Kudus nanti ke halte di perkotaan nanti,” ujarnya.
Lokasi persis 11 halte tersebut masih dalam tahap pemetaan. Pihak Dishub Pati memprioritaskan titik-titik yang masuk jalur utama dari perbatasan Kudus menuju pusat kota Pati. Belum ada kepastian jadwal operasional BRT Trans Jateng Jekuti, namun persiapan infrastruktur ini menjadi sinyal bahwa layanan tersebut terus dikebut.