JAWA TENGAH — Berbeda dari pantai ramai di Jakarta, kawasan ini terasa lebih tenang. Cocok untuk liburan keluarga, pasangan, maupun solo traveler yang ingin lepas dari hiruk-pikuk kota.
Kombinasi pasir putih, laut dangkal, dan gundukan pasir dengan gazebo di tengahnya jadi pemandangan khas pantai ini. Deretan bakau menambah kesan alami dan jadi latar foto yang instagramable.
Arus pantainya tenang dan landai, aman untuk anak-anak berendam atau berenang saat air pasang. Airnya jernih, memudahkan traveler melihat dasar laut dari tepi.
Di sekitar pantai juga ada banyak warung makan, dari camilan ringan sampai makanan berat. Beberapa warung menyediakan paket barbeque untuk makan siang atau malam.
Ada dua rute utama dari Jakarta. Pertama, dari Dermaga Kali Angke di Muara Karang memakai kapal feri atau kapal Dishub. Waktu tempuh 1,5–2 jam dengan tarif Rp 44.000–Rp 72.000 per orang sekali jalan.
Alternatif kedua, dari Dermaga Baywalk Pluit memakai kapal cepat. Perjalanan lebih singkat, 45–60 menit, dengan tarif mulai Rp 245.000 per orang sekali jalan.
Sesampainya di Pulau Pari, Pantai Pasir Perawan bisa dijangkau dengan ojek, sepeda sewaan, atau berjalan kaki dari area penginapan.
Datang pagi hari untuk menghindari terik dan dapat air laut paling jernih. Kalau ingin mengejar matahari terbit dan terbenam sekaligus, menginap satu malam di Pulau Pari jadi pilihan paling masuk akal.
Bawa tabir surya, topi, dan baju ganti. Untuk aktivitas bakau, siapkan alas kaki tertutup agar lebih nyaman menyusuri jalur.
Pesan tiket kapal jauh hari, terutama akhir pekan dan musim liburan. Bawa uang tunai secukupnya karena tidak semua warung menerima pembayaran digital.
Jaga kebersihan pantai dengan membawa kembali sampah sendiri. Hindari menyentuh terumbu atau biota laut saat berenang.
Pantai Pasir Perawan ideal untuk kunjungan sehari, tetapi menginap semalam memberi waktu lebih leluasa menikmati suasana Pulau Pari. Informasi tarif kapal dan jam keberangkatan terbaru bisa dikonfirmasi ke operator dermaga atau dinas pariwisata setempat.