Harga BBM Pertamina 15 September 2026: Pertamax Green 95 Naik Rp2.550 per Liter

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Selasa, 15 September 2026 | 13:50:01 WIB
Harga Pertamax Green 95 naik menjadi Rp19.150 per liter per 15 September 2026.

JAWA TENGAH — Kenaikan Pertamax Green 95 berlaku sehari setelah Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex naik per 1 September 2026. Sementara Pertalite, Biosolar Subsidi, Pertamax RON 92, dan Pertamax Pertashop masih bertahan di harga lama.

Daftar Harga BBM Pertamina di Pulau Jawa per 15 September 2026

Harga berikut berlaku untuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur:

  • Pertamax Turbo: Rp19.600/liter
  • Pertamax Green 95: Rp19.150/liter
  • Pertamax: Rp15.950/liter
  • Pertamax Pertashop: Rp15.850/liter
  • Pertalite: Rp10.000/liter
  • Pertamina Dex: Rp25.200/liter
  • Dexlite: Rp23.700/liter
  • Biosolar Subsidi: Rp6.800/liter

Bali, NTB, dan NTT Ikuti Harga Jawa, Kecuali Biosolar Non-Subsidi NTT

Wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur memakai patokan harga yang sama dengan Pulau Jawa. Pertamax Turbo di tiga wilayah ini Rp19.600 per liter, Pertamax Rp15.950 per liter, dan Dexlite Rp23.700 per liter.

Ada satu pengecualian di NTT. Pertamina memasang harga Biosolar Non-Subsidi Rp23.600 per liter, produk yang tidak dijual di wilayah lain dalam daftar ini.

Sumatera: Harga Pertamax Turbo Capai Rp20.450 di Sumbar, Riau, dan Kepri

Wilayah Sumatera terbagi dalam beberapa kelompok harga. Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung memakai patokan Pertamax Turbo Rp20.000 per liter dan Pertamax Rp16.300 per liter.

Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau lebih tinggi: Pertamax Turbo Rp20.450 per liter, Pertamax Rp16.650 per liter, Pertamina Dex Rp26.300 per liter, dan Dexlite Rp24.750 per liter.

Dua kawasan perdagangan bebas punya harga khusus. FTZ Sabang menjual Pertamax Rp14.950 per liter tanpa Pertamax Turbo dan Pertamina Dex dalam daftar. FTZ Batam menjual Pertamax Turbo Rp18.550 per liter dan Pertamax Rp15.150 per liter.

Kalimantan dan Sulawesi: Pertamax Turbo Rp20.000-Rp20.450 per Liter

Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur memakai harga Pertamax Turbo Rp20.000 per liter, Pertamax Rp16.300 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.750 per liter.

Kalimantan Utara lebih tinggi mengikuti patokan Sumbar-Riau-Kepri: Pertamax Turbo Rp20.450 per liter, Pertamax Rp16.650 per liter, dan Pertamina Dex Rp26.300 per liter.

Seluruh wilayah Sulawesi seragam dengan Pertamax Turbo Rp20.000 per liter, Pertamax Rp16.300 per liter, Pertamina Dex Rp25.750 per liter, dan Dexlite Rp24.200 per liter.

Maluku dan Papua: Pertamax Rp16.300 per Liter, Tanpa Pertamax Turbo di Sejumlah Wilayah

Maluku dan Maluku Utara tidak mencantumkan Pertamax Turbo dan Pertamina Dex. Harga Pertamax di kedua wilayah Rp16.300 per liter dan Dexlite Rp24.200 per liter.

Papua menjual Pertamax Turbo Rp20.000 per liter dan Pertamax Rp16.300 per liter. Papua Barat tidak menyediakan Pertamax Turbo, dengan Pertamax Rp16.300 per liter dan Pertamina Dex Rp25.750 per liter.

Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah hanya menjual Pertamax Rp16.300 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, Dexlite Rp24.200 per liter, dan Biosolar Subsidi Rp6.800 per liter.

Pertalite dan Biosolar Subsidi Tetap Rp10.000 dan Rp6.800 per Liter

Dua produk bersubsidi tidak berubah di seluruh wilayah yang tercantum. Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Subsidi Rp6.800 per liter.

Pertamax RON 92 juga bertahan di Rp15.950 per liter untuk Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, sedangkan wilayah lain berada di rentang Rp15.150 hingga Rp16.650 per liter tergantung lokasi distribusi.

Harga antarwilayah berbeda mengikuti biaya distribusi dan kebijakan wilayah masing-masing. Pemilik kendaraan disarankan mengecek harga di SPBU terdekat sebelum mengisi bahan bakar.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: moladin.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top