Mural 50 Meter di Fort Willem Ambarawa Jadi Media Kampanye Tertib Berlalu Lintas

Penulis: Joko Purnomo  •  Rabu, 16 September 2026 | 23:30:01 WIB
Mural sepanjang 50 meter di Fort Willem I Ambarawa menampilkan pesan kampanye tertib berlalu lintas.

SEMARANG — Pagar kosong di kompleks bangunan cagar budaya Fort Willem I Ambarawa disulap menjadi galeri terbuka. Karya mural bertema kampanye tertib berlalu lintas itu dibuat oleh para seniman dari berbagai daerah dan bisa dilihat langsung oleh pengunjung objek wisata sejarah tersebut.

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo menilai mural-mural itu membawa pesan yang kuat. Ia mengapresiasi inisiatif komunitas Hanoman Art Ambarawa yang mengubah pagar kosong kompleks Fort Willem I menjadi media seni yang sarat makna.

Mural sebagai Media Edukasi Keselamatan Jalan

Menurut Heru, karya seni itu diharapkan menjadi salah satu media edukasi bagi masyarakat. Tujuannya agar warga senantiasa membudayakan tertib berlalu lintas guna mencegah kecelakaan di jalan raya.

"Sehingga angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Semarang, ke depan bisa menurun," katanya di Fort Willem Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu sore, 16 September 2026.

Para seniman menuangkan beragam pesan bijak terkait perilaku dan etika berlalu lintas. Selain mengedukasi ketertiban, keamanan, dan keselamatan berkendara, mural tersebut juga memberi pengetahuan kepada masyarakat.

"Khususnya terkait dengan tugas-tugas para petugas korps lalu lintas Bhayangkara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Mengapa Fort Willem I Dipilih Jadi Lokasi Lomba Mural

Manager Operasional Fort Willem I Ambarawa, Harmun Fasil, menjelaskan alasan lomba mural digelar di destinasi wisata tersebut. Menurutnya, Ambarawa cukup strategis untuk kegiatan edukasi masyarakat.

Lokasi itu juga dinilai nyambung dengan Fort Willem I yang menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Kabupaten Semarang. "Kebetulan, apa yang kami gagas bersama teman-teman Hanoman Art ini mendapat dukungan dari Polres Semarang," katanya.

Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas lewat Seni Publik

Lomba mural ini menjadi cara berbeda menyampaikan pesan keselamatan berkendara. Alih-alih spanduk atau baliho, pesan tertib berlalu lintas disampaikan lewat karya seni yang bisa dinikmati wisatawan.

Kolaborasi antara komunitas seni, pengelola cagar budaya, dan kepolisian itu menyasar pengunjung Fort Willem I yang datang dari berbagai daerah. Pesan-pesan keselamatan pun tersampaikan tanpa kesan menggurui.

Polres Semarang berharap kampanye lewat mural ini berkontribusi menurunkan angka kecelakaan di Kabupaten Semarang ke depan.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: beritajateng.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top