KENDAL — Pelatihan bertema "Perempuan Berkarya, Ekonomi Berdaya, Keluarga Sejahtera" itu menyasar tiga kelompok utama: perempuan kepala keluarga, perempuan penggerak kelompok, dan perempuan generasi milenial. Kegiatan diselenggarakan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Tengah di Balai Desa Bulugede.
Bupati menegaskan keterampilan produktif menjadi kunci kemandirian ekonomi perempuan desa. Menurutnya, selama ini masih banyak perempuan di wilayah pedesaan yang belum mendapat akses pelatihan bernilai ekonomi.
Bupati Tika menilai perempuan memegang peran ganda dalam struktur ekonomi keluarga. Selain mengurus rumah tangga, mereka berpotensi menjadi pelaku usaha kreatif yang menghasilkan pendapatan sendiri.
"Bekal keterampilan bagi para perempuan sangat dibutuhkan agar dapat tercapai kemandirian yang dapat menjaga ketahanan ekonomi sehingga kesejahteraan keluarga dapat tercapai," tutur Bupati Tika, sapaan akrabnya.
Ia menyoroti kesenjangan akses pelatihan sebagai persoalan mendasar. Perempuan desa, katanya, kerap tertinggal dari perempuan perkotaan dalam hal pengembangan usaha produktif.
"Dalam realitas sosial, perempuan tidak hanya berperan sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pelaku usaha kreatif. Namun masih banyak perempuan desa yang belum memiliki akses terhadap pelatihan keterampilan produktif yang bernilai ekonomi," ujarnya.
Ketua Panitia Kegiatan, Sutji Wuryandari, menjelaskan pelatihan ini membekali peserta dengan kemampuan mengolah tempe menjadi makanan bernilai ekonomi lebih tinggi. Peserta dilatih menghasilkan produk dengan cita rasa dan daya saing yang lebih baik.
"Tujuan kegiatan ini yang pertama meningkatkan pengetahuan keterampilan bagi kelompok perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga," jelasnya.
Selain pengolahan tempe, peserta mendapat materi pengemasan dan strategi pemasaran produk. Bupati mendorong pengetahuan serta inovasi perempuan Kendal terus dikembangkan, tidak berhenti pada keterampilan produksi saja.
"Diharapkan juga terlaksananya pendampingan usaha untuk pemasaran produk dan pengembangan usaha," tambahnya.
Sutji menyebut tiga sasaran utama kegiatan ini. Pertama, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok perempuan untuk kesejahteraan keluarga. Kedua, meningkatkan kemampuan pengelolaan tempe menjadi makanan berdaya saing. Ketiga, memotivasi perempuan menjadi wirausahawan.
"Harapannya melalui pelatihan dapat memotivasi para perempuan untuk mulai mengembangkan usaha secara mandiri. Yang kedua, meningkatkan kemampuan pengelolaan tempe menjadi makanan yang berdaya saing, bercita rasa, serta bernilai lebih. Ketiga, memotivasi para perempuan untuk menjadi wirausahawan," imbuhnya.
Bupati Tika berharap pelatihan berbasis keluarga maupun kelompok usaha ini mendorong terbentuknya kelompok usaha perempuan yang mandiri secara ekonomi di Kabupaten Kendal.