118 SPPG Kudus Kejar Rampung IPAL, Jam Kerja Petugas Dapur Kini Dibagi Dua Sif

Penulis: Irfan Hakim  •  Sabtu, 19 September 2026 | 08:46:31 WIB

KUDUS — Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kudus, Febria Suryaningrum, menyatakan bahwa seluruh dapur produksi di wilayahnya tengah mengejar penyelesaian IPAL sebagai prioritas utama. Pembangunan fasilitas pengolahan limbah itu menjadi syarat agar proses produksi makanan tidak mencemari lingkungan sekitar.

Langkah pembenahan ini merupakan tindak lanjut evaluasi setelah BGN membekukan sementara operasional 15 SPPG di Kudus pada Februari lalu. Pembekuan terjadi akibat masalah IPAL yang dinilai belum memenuhi standar operasional.

15 SPPG yang Sempat Disuspend Kini Beroperasi Penuh

Febria memastikan belasan dapur yang sempat terkena sanksi telah melakukan perbaikan total. Per April lalu, seluruh persyaratan operasional dinyatakan terpenuhi dan izin beroperasi kembali diberikan secara penuh.

"Dari 15 SPPG yang sempat di-suspend tersebut saat ini sudah melakukan perbaikan total," kata Febria.

Perbaikan tidak berhenti pada urusan limbah. Tim korwil juga mengawasi penataan tata ruang dapur produksi agar lokasi pengolahan dan penataan makanan benar-benar higienis.

Dapur Wajib Terisolasi dari Kamar Mandi

Pengawasan menyasar tata letak ruang produksi, termasuk memastikan area pengolahan makanan terpisah ketat dari fasilitas sanitasi seperti kamar mandi. Pemisahan ini dinilai krusial untuk mencegah kontaminasi selama proses memasak.

Evaluasi dilakukan tim korwil secara berkala terhadap seluruh dapur yang tersebar di Kabupaten Kudus. Setiap temuan langsung ditindaklanjuti dengan perbaikan sebelum produksi kembali berjalan.

Jam Kerja Kepala SPPG hingga Pengawas Keuangan Dibagi Dua Sif

Pengawasan diperketat lewat pengaturan ulang jam kerja bagi Kepala SPPG, pengawas gizi, dan staf pengawas keuangan. Ketiganya kini resmi bekerja dalam dua sif, yakni pukul 02.00–08.00 WIB dan pukul 17.00–19.30 WIB.

Pembagian sif ini memastikan ada petugas yang mengawasi setiap tahap produksi, dari persiapan dini hari hingga distribusi sore. Dengan begitu, kualitas makanan bergizi dapat dipantau tanpa jeda pengawasan.

Sejumlah sekolah swasta di Kudus mengajukan keberatan terkait distribusi program Makanan Bergizi Gratis (MBG). SPPG Kudus masih menantikan keputusan resmi dari pusat sembari mendata sekolah-sekolah yang menyampaikan keberatan tersebut.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: jateng.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top