JAWA TENGAH — PT DAHANA (Persero) memperluas bisnis quarry management lewat barging kedua di Site Project BGR, Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, dengan volume 11.000 ton. Pengapalan ini melengkapi barging pertama pada 28 Agustus–1 September 2026 yang mengangkut 10.000 ton, sehingga total volume yang dikapalkan mencapai 21.000 ton. Langkah tersebut menandai pergeseran portofolio DAHANA dari penyedia bahan peledak menuju layanan pertambangan yang lebih terintegrasi.
Direktur Operasi PT DAHANA (Persero) Abdul Haris Atbaro menyatakan pengembangan layanan quarry management merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan untuk memperluas cakupan layanan sekaligus meningkatkan skala bisnis di sektor pertambangan.
"DAHANA terus berupaya menangkap peluang pengembangan usaha yang dapat memperkuat posisi perusahaan di industri pertambangan. Melalui layanan quarry management, kami ingin menghadirkan layanan yang semakin terintegrasi sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelanggan," ujar Abdul Haris.
Barging pertama berlangsung 28 Agustus hingga 1 September 2026 dengan volume 10.000 ton. Pengapalan kedua menyusul dengan 11.000 ton, sehingga akumulasi material yang telah dikirim dari Site Project BGR mencapai 21.000 ton.
Lokasi proyek berada di Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Kegiatan barging menjadi indikator utama kelancaran operasional di lapangan karena menyangkut kesiapan produksi, logistik, hingga jadwal pengiriman ke pelanggan.
DAHANA tidak lagi hanya berfokus pada penyediaan bahan peledak dan jasa peledakan. Perusahaan memperluas portofolio ke sepanjang rantai kegiatan pertambangan, termasuk pengelolaan quarry, sebagai upaya mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Bagi pelanggan di sektor tambang, layanan terintegrasi berarti proses peledakan, pemanfaatan material, hingga pengangkutan bisa ditangani satu pihak. Model ini memangkas kebutuhan koordinasi lintas vendor yang biasanya memakan waktu dan biaya.
Abdul Haris menegaskan keberlanjutan pekerjaan di Site Project BGR menjadi momentum untuk meningkatkan kapabilitas dan memperluas portofolio bisnis. Aspek keselamatan, kualitas layanan, serta ketepatan operasional tetap dikedepankan sebagai bagian penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan.
Ketepatan jadwal pengapalan menjadi penentu dalam bisnis quarry management. Keterlambatan satu kali barging bisa mengganggu pasokan material ke proyek pelanggan dan berdampak pada jadwal konstruksi maupun produksi di hilir.
Keberhasilan dua kali barging di Buton Tengah membuka peluang DAHANA menawarkan layanan serupa ke lokasi tambang lain. Perusahaan menyebut pengembangan usaha quarry management sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan pertambangan yang semakin komprehensif.
Skala bisnis yang lebih besar menuntut kesiapan armada, tenaga kerja terlatih, dan sistem manajemen risiko yang mumpuni. DAHANA menyatakan tetap mengedepankan aspek tersebut di setiap tahap operasional di Site Project BGR.