Pameran UMKM MTQ Jateng Hasilkan Kontrak Bisnis Rp7,54 Miliar, Ada Minat Buyer Brasil hingga Nigeria

Penulis: Hendra Wijaya  •  Minggu, 20 September 2026 | 09:26:02 WIB

Pameran UMKM menyambut MTQ Nasional XXXI di kawasan parkir eks Plaza Semarang, Simpang Lima, Kota Semarang, menghasilkan kerja sama bisnis senilai Rp7,54 miliar. Kegiatan yang berlangsung 12-19 September 2026 itu tidak hanya mencatat transaksi langsung, tetapi juga membuka jejaring pasar domestik dan luar negeri bagi pelaku usaha Jawa Tengah.

SEMARANG — Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah July Emmylia menyampaikan capaian itu pada Closing Ceremony Pameran MTQ Nasional XXXI. Menurut dia, nilai kerja sama yang lahir dari pameran menunjukkan promosi produk tidak seharusnya berhenti ketika kegiatan ditutup.

"Pameran ini harapannya menjadi syiar ekonomi umat," kata Emmy, sapaan akrabnya, saat menyampaikan laporan pada penutupan pameran.

Kontrak Terbesar: Makanan Antistunting dan Logistik Bencana Rp5 Miliar

Kerja sama bernilai paling besar melibatkan PT Yuasa Food Berkah Makmur dengan Politeknik Kementerian Kesehatan Tasikmalaya. Keduanya sepakat menyediakan makanan penanggulangan stunting dan emergency food untuk bencana alam.

Nilai kontraknya mencapai Rp5 miliar dengan masa kerja sama dua tahun. Kesepakatan itu menjadi salah satu transaksi terbesar yang tercatat selama pameran berlangsung.

Deretan UMKM Jateng yang Menjalin Kemitraan Lintas Provinsi

Sejumlah UMKM asal Jawa Tengah juga menandatangani kontrak dengan mitra dari daerah lain. Abel Etnic Solo bekerja sama dengan Friny Collection dari Riau untuk penyediaan aksesori tembaga dan batu senilai Rp300 juta dengan masa kontrak lima tahun.

CV Hury Accessories Kebumen menggandeng CV Naturaline Boyolali untuk penjualan bundling produk senilai Rp500 juta, juga dengan masa kontrak lima tahun. Tifani Batik Pekalongan menjalin kerja sama penyediaan biji jintri senilai Rp300 juta, serta penyediaan parfum dan aromaterapi senilai Rp360 juta.

Segar Asem Semarang mencatat dua kesepakatan sekaligus. Penyediaan produk minuman tradisional dengan Oleh-oleh Kampung Joglo Malioboro Yogyakarta bernilai Rp30 juta, sedangkan dengan Oleh-oleh 52 Grup Semarang senilai Rp1,05 miliar.

Buyer Brasil Minat Tikar Pandan 6.460 Lembar

Pameran tersebut juga membuka peluang pasar internasional. July menyebut ada sejumlah pembeli dari luar negeri yang menunjukkan ketertarikan terhadap produk UMKM Jateng.

Salah satunya buyer dari Brasil yang menyatakan minat terhadap produk tikar pandan sebanyak 6.460 lembar. Potensi nilai kontraknya sekitar Rp4,56 miliar.

"Selain itu, terdapat minat dari buyer asal Nigeria, India, dan Amerika Serikat," katanya lagi.

Pelaku Usaha Didorong Bangun Jejaring, Bukan Cuma Berjualan

Selama pameran, pelaku usaha didorong tidak hanya berjualan. Mereka diarahkan membangun jejaring, bertukar kontak bisnis, mengumpulkan database pelanggan, membuat konten, hingga mengoptimalkan media sosial.

Pendekatan itu dinilai penting agar manfaat pameran berlanjut setelah acara berakhir. Sebab, kontrak kerja sama yang terbentuk menjadi bukti bahwa promosi produk bisa berbuah komitmen bisnis jangka panjang.

Sekretaris Daerah Jateng Sumarno berharap jalinan kontrak kerja sama tersebut menjadi titik awal bagi UMKM untuk memperluas pasar.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasinya, sehingga side event dari MTQ berupa pameran ini berjalan dengan lancar," katanya pula.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: jateng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top